Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Reading: Fraksi Nasdem Soroti Gagalnya Proyek Strategis Pemkab Lutim
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Fraksi Nasdem Soroti Gagalnya Proyek Strategis Pemkab Lutim
Ekonomi

Fraksi Nasdem Soroti Gagalnya Proyek Strategis Pemkab Lutim

Redaksi
Redaksi 16 Juli 2025
Share
Proyek pembangunan pasar Tomoni yang belum rampung, padahal pembangunan pasar ini ditarget rampung di akhir 2024
SHARE

Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Luwu Timur menyoroti serius kegagalan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur strategis sepanjang tahun anggaran 2024.

Juru bicara Fraksi Nasdem, Aprianto, S.Kep, menyampaikan pandangan umum fraksinya dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu pagi (16/7/2025), dengan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek konstruksi pemerintah daerah.

“Persoalan ini bukan hanya teknis. Ini soal lemahnya sistem kontrak, pengawasan, dan proses seleksi rekanan,” tegas Aprianto.

Fraksi Nasdem menilai proyek bernilai besar seperti Pembangunan Pasar Tomoni (Rp18,5 miliar), Rumah Sakit Atue, dan Islamic Center menunjukkan kegagalan manajerial. Keterlambatan pekerjaan, kekurangan volume, hingga jaminan pelaksanaan yang belum dicairkan menjadi catatan buruk.

BACA JUGA:

CEO PT Vale Tinjau Proyek HPAL Sambalagi, Pastikan Pembangunan Sesuai Target

“Kami merekomendasikan agar sistem kontrak konstruksi dievaluasi total, seleksi rekanan diperketat, dan pengawasan teknis diperkuat sejak awal,” tambah Aprianto.

Menurutnya, lemahnya pengendalian di internal OPD teknis turut berkontribusi pada mandeknya proyek-proyek besar. Oleh karena itu, Nasdem mendorong peningkatan kapasitas manajemen proyek di seluruh instansi pelaksana.

“Proyek pemerintah harus menjamin mutu dan waktu. Jangan sampai anggaran besar habis, tapi hasilnya tidak dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bupati Lutim Turun Langsung, Warga Tinggal di Gubuk Sampah di Malili Direlokasi

Prospek Bisnis PT Vale 2026 Kian Cerah, Ditopang Proyek Strategis dan Efisiensi

Dukung Layanan Kesehatan, PT Vale Bantu Ambulans untuk PMI Kolaka

Pendapatan PT Vale Naik 4 Persen pada 2025

Masjid Agung Syuhada Masamba Jadi Rest Area Mudik “Andalan Hati” di Jalur Luwu Raya

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Palopo Umumkan Naili dan Akhmad Syarifuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih
Next Article Rusdi Layong Desak Pemkab Lutim dan PTPN Bertindak Cepat Atasi Banjir Burau
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?