Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan komitmennya memperkuat transparansi penggunaan anggaran, khususnya pada perjalanan dinas pegawai. Langkah ini diambil setelah ia menemukan sejumlah praktik yang dinilai tidak wajar dalam laporan kegiatan keluar daerah.
Irwan mengungkap beberapa temuan yang cukup mencolok, mulai dari laporan perjalanan dinas satu hari yang dibuat tiga hari, hingga nama pegawai yang tercantum meski tidak berangkat sama sekali. “Hal seperti ini saya intervensi langsung,” tegas Irwan.
Ia juga menyoroti fenomena banyaknya pegawai yang ikut perjalanan dinas tanpa urgensi. “Kadang hanya dua orang yang perlu berangkat, tapi delapan yang ikut. Alasannya cuma mau ikut saja,” ujarnya.
Irwan menilai kebiasaan seperti itu berpotensi menggerus anggaran dan tidak memberikan manfaat signifikan bagi daerah.
Sebagai bentuk pengawasan ketat, Irwan menerapkan mekanisme baru: setiap pegawai yang ingin melakukan perjalanan dinas harus bertemu langsung dengannya untuk menjelaskan tujuan, urgensi, dan hasil yang diharapkan.
“Ini bukan pelarangan. Tapi saya ingin tahu hasil apa yang dibawa untuk daerah setelah pulang dari perjalanan dinas,” katanya.
Irwan menegaskan bahwa efisiensi dan keterbukaan adalah kunci utama dalam pengelolaan anggaran daerah. “Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah awal Irwan dalam membangun budaya kerja ASN yang jujur, efisien, dan berorientasi pada hasil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.




