Bagi Aprianto Mappe, politik bukan sekadar janji kampanye. Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Partai Hanura itu membuktikan ucapannya dengan mengawal hingga teralisasinya program Kartu Luwu Timur Lansia.
Program yang menjadi salah satu janji politik pasangan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler ini akhirnya dijalankan mulai Kamis (30/10/2025).
Sebanyak 3.000 lansia di Luwu Timur menerima bantuan tunai Rp1 juta per bulan melalui Kartu Lansia yang juga berfungsi sebagai kartu ATM.
Keberhasilan ini menjadi momen penting bagi Aprianto Mappe, yang sebelumnya berjanji akan mundur dari jabatannya jika program tersebut tak kunjung terwujud.
“Bahwa tiga program ini — Kartu Lutim Sehat, Kartu Lutim Pintar, dan Kartu Lutim Lansia — kami kawal di DPRD. Jika tidak terealisasi, saya siap mundur,” ucap Aprianto dalam video kampanyenya yang kini kembali ramai di media sosial.
Kini, setelah janji itu benar-benar diwujudkan, Aprianto menyebut keberhasilan ini hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, 3.000 lansia menikmati program kartu lansia. Selain itu, 4.244 mahasiswa Lutim juga telah menerima program kartu pintar tahap pertama,” ujarnya.
Aprianto menegaskan, peran legislatif tidak berhenti pada pengesahan anggaran, tetapi juga memastikan setiap program menyentuh langsung masyarakat.
Ia mengaku selalu mengawal program unggulan daerah ini sejak tahap perencanaan hingga realisasi.
“Kami di DPRD bukan hanya menyetujui anggaran, tapi memastikan pelaksanaannya tepat sasaran. Kartu lansia ini bukan sekadar bantuan tunai, tapi wujud penghargaan bagi orang tua kita yang berjasa membangun daerah,” tegasnya.
Langkah konsisten Aprianto mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai dirinya sebagai contoh anggota DPRD yang menepati janji politik dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika.
Dengan terealisasinya Program Kartu Lansia, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama DPRD menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih manusiawi, terutama bagi kelompok lanjut usia.




