Pagi itu, Rabu (30/10/2025), halaman Kantor Bupati Luwu Timur terasa berbeda. Ratusan warga lanjut usia berdatangan dengan wajah sumringah. Ada yang dipapah anaknya, ada pula yang datang dengan kursi roda.
Mereka datang bukan hanya untuk menerima bantuan, tapi untuk merasakan perhatian yang mungkin jarang mereka terima di usia senja.
Di antara mereka, Tandioga, 80 tahun, warga Desa Laskap, duduk tenang di kursi barisan depan. Matanya berkaca-kaca saat namanya dipanggil.
Ia menatap kartu kecil yang baru saja diserahkan oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sebuah simbol kepedulian pemerintah yang terasa begitu berarti.
“Dengan sepenuh hati, saya berterima kasih kepada Bupati yang memberi perhatian kepada kami para lansia yang kini tak lagi bekerja,” ujarnya lirih sambil menahan haru.
Di sebelahnya, Hasriani, anak perempuannya, menggenggam tangan sang ayah dengan senyum penuh syukur. “Bapak senang sekali, rasanya seperti diberi semangat baru,” katanya.
Cerita serupa datang dari Nombong, 62 tahun, warga Desa Balantang, Kecamatan Malili. Hidup sebagai orang tua tunggal bersama dua anak, ia tak mampu menahan air mata saat menerima Kartu Lansia dari tangan Bupati Irwan.
“Tidak menyangka di usia segini masih diperhatikan. Terima kasih banyak,” ucapnya dengan suara bergetar.
Sebanyak 251 lansia dari 10 desa dan 1 kelurahan hadir langsung menerima Kartu Lansia di halaman Kantor Bupati.
Sementara 90 lansia lainnya dari Desa Lakawali, Manurung, Lakawali Pantai, dan Tarabbi juga menerima bantuan tunai dari program yang sama.
Penyerahan bantuan bagi lansia ini dilaksanakan sevara bertahap, dan akan dituntaskan di seluruh wilayah di daerah berjuluk Bumi Batara Guru itu,.
Masing-masing penerima mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp2 juta, terhitung sejak program ini dimulai pada September hingga Oktober 2025.
Selain itu, para lansia juga menerima kartu ATM dan buku rekening tabungan yang akan memudahkan mereka dalam pencairan bantuan.
Bupati Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Puspawati Husler tampak mendampingi satu per satu lansia yang hadir, memastikan semuanya dilayani dengan baik.
Ia bahkan mengingatkan panitia untuk memperhatikan kenyamanan para lansia, mulai dari tempat duduk, konsumsi, hingga penyediaan kursi roda bagi yang membutuhkan.
“Saya tidak mau mendengar ada keluhan dari orang tua kita. Layani mereka dengan hati, perlakukan seperti orang tua kita sendiri,” pesan Irwan dengan nada tegas namun penuh kehangatan.
Di tengah suasana penuh haru itu, Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Luwu Timur, Joni Patabi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penyaluran bantuan sosial.
“Ini wujud kasih sayang dan penghormatan dari pemerintah kepada para orang tua kita. Harapannya, mereka bisa terus tersenyum tanpa lagi memikirkan beban ekonomi,” ujarnya.
Bagi Tandioga, Nombong, dan ratusan lansia lainnya, hari itu bukan hanya tentang menerima bantuan, tetapi juga tentang merasa diingat, dihargai, dan dicintai oleh daerah yang mereka tinggali dan bangun dengan tenaga dan doa puluhan tahun lalu.



