Komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kembali ditunjukkan oleh Amartha.org dan Rainforest Alliance melalui pelatihan literasi keuangan bagi petani dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini digelar pada 22–23 Oktober 2025 sebagai bagian dari program LANDRISE (Landscape-Driven Resilience and Income Strategies for Community Empowerment) yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis lanskap berkelanjutan.
Kabupaten Luwu Utara dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil kakao di Sulawesi Selatan dengan luas lahan mencapai lebih dari 40 ribu hektare dan produksi sekitar 18,6 ribu ton per tahun (BPS, 2024). Namun, banyak petani dan pelaku UMKM masih membutuhkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan agar usahanya lebih berkelanjutan.
“Literasi keuangan adalah kunci kemandirian ekonomi perempuan di desa. Melalui program ini, kami ingin membantu UMKM perempuan mengelola keuangan, meningkatkan kapasitas usaha, dan membangun kepercayaan diri,” ujar Katrina Inandia, Head of Impact & Sustainability Officer Amartha.org.
Amartha.org merupakan organisasi nirlaba di bawah Amartha Financial Group yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan melalui tiga pilar: lingkungan, pendidikan, dan sosial. Pada pilar Amartha Madani, lembaga ini mendukung pemberdayaan perempuan desa melalui pembiayaan berkelanjutan, pelatihan, dan edukasi keuangan.
Sementara itu, Hasrun Hafid, Lead Thriving Landscapes Asia Pacific Rainforest Alliance, menjelaskan bahwa Luwu Utara dipilih karena memiliki potensi besar dan komunitas yang aktif dalam pertanian berkelanjutan.
“Program LANDRISE ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal dengan melibatkan perempuan dan pemuda dalam usaha tani, bisnis ramah lingkungan, serta konservasi berbasis kolaborasi komunitas,” ujarnya.
Sebanyak 26 kelompok UMKM perempuan terpilih dari 2.000 penerima manfaat mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan sederhana untuk usaha, keluarga, dan kebutuhan pribadi. Pesertanya antara lain pengrajin gula aren, pembibit tanaman, pengolah madu trigona, hingga produsen kue kulit kakao.
Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan cara melakukan pencatatan keuangan, memisahkan uang usaha dan rumah tangga, serta mengenali risiko penipuan keuangan.
Berdasarkan Sustainability Report Amartha 2024, program literasi keuangan ini terbukti efektif:
- 78% mitra kini mampu memisahkan keuangan usaha dan keluarga,
- 71% mengalami peningkatan keuntungan, dan
- 77% mencatat kenaikan pendapatan total.
“Ketika perempuan memahami prinsip keuangan, mereka tidak hanya menyejahterakan keluarga, tapi juga menggerakkan ekonomi komunitasnya,” tutup Katrina.
Selain program literasi, Amartha.org juga menjalankan inisiatif sosial lain seperti Beasiswa Amartha Cendekia bagi anak perempuan di wilayah 3T, penanaman mangrove, dan penyediaan energi bersih di desa terpencil.




