Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di daerah ini masih berada di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Luwu Timur tercatat sebesar 5,79 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi yang berada pada angka 7,60 persen.
Dari sisi jumlah, penduduk miskin di Luwu Timur mencapai 18,55 ribu jiwa, sementara Provinsi Sulawesi Selatan mencatat 698,13 ribu jiwa. Data ini menunjukkan bahwa posisi Luwu Timur berada dalam kategori daerah dengan tingkat kemiskinan relatif rendah dibandingkan rata-rata provinsi.
Tidak hanya pada persentase penduduk miskin, Luwu Timur juga mencatat hasil lebih baik pada dua indikator penting lainnya, yaitu Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Pada 2025, nilai P1 Luwu Timur tercatat 1,20, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sulsel sebesar 1,40. Sementara itu, P2 Luwu Timur berada pada angka 0,32, juga lebih rendah dari angka provinsi yang mencapai 0,35.
Menurut Kepala BPS Luwu Timur, Muh Husri Harta Saham, capaian tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran penduduk miskin di Luwu Timur lebih kecil dibandingkan rata-rata provinsi. Ia menyebut bahwa tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan merupakan indikator penting karena menggambarkan seberapa jauh penduduk miskin tertinggal dari garis kemiskinan serta seberapa besar ketimpangan di antara mereka.
Dalam rilis tersebut, BPS juga menampilkan tren kemiskinan delapan tahun terakhir. Sejak 2018, angka kemiskinan Luwu Timur secara umum menunjukkan kecenderungan menurun, meskipun sempat meningkat pada 2021 dan 2023 sebelum kembali turun pada 2024 dan mencapai titik terendah pada 2025. Tren serupa terjadi di tingkat provinsi, namun Luwu Timur konsisten berada pada posisi lebih rendah sepanjang periode tersebut.
Selain itu, garis kemiskinan Luwu Timur pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp469.563 per kapita per bulan, sedikit di atas garis kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai Rp477.966. Kenaikan garis kemiskinan ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan dasar masyarakat, namun Luwu Timur berhasil tetap mempertahankan persentase kemiskinan di bawah rata-rata provinsi.
Dengan keseluruhan indikator yang lebih baik dibandingkan tingkat provinsi, Luwu Timur dinilai berada dalam posisi relatif stabil dalam hal pengendalian kemiskinan, meski tantangan ekonomi tetap ada seiring meningkatnya garis kemiskinan setiap tahun.



