Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur merilis data terbaru yang menunjukkan penurunan tingkat kemiskinan pada Maret 2025.
Persentase penduduk miskin turun menjadi 5,79 persen, atau menurun 0,76 persen poin dibandingkan Maret 2024. Dari sisi jumlah, penduduk miskin berkurang dari 20,7 ribu jiwa menjadi 18,55 ribu jiwa, atau berkurang sekitar 2,15 ribu jiwa.
Penurunan ini melanjutkan tren membaiknya angka kemiskinan dalam periode jangka panjang 2018–2025, meski sempat terjadi kenaikan pada tahun 2021 dan 2023.
Pada 2018, tingkat kemiskinan Luwu Timur masih berada di angka 7,23 persen, sebelum bergerak turun hingga mencapai posisi terendah pada 2025.
Selain turunnya jumlah dan persentase penduduk miskin, indikator lain juga menunjukkan perbaikan.
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,31 (2024) menjadi 1,20 (2025), sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,39 menjadi 0,32.
Penurunan kedua indeks ini mencerminkan semakin kecilnya kesenjangan dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Di sisi lain, garis kemiskinan pada Maret 2025 tercatat naik menjadi Rp469.563 per kapita per bulan, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski garis kemiskinan meningkat, jumlah penduduk miskin tetap turun.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan Luwu Timur pada 2025 berada pada tren penurunan baik dari sisi jumlah, persentase, maupun tingkat kedalaman dan keparahannya.



