Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) resmi merilis hasil Lomba Perpustakaan Desa Tahun 2025, Rabu (19/11/2025). Pengumuman ini menandai berakhirnya proses penilaian yang berlangsung selama sepekan, mulai 11 hingga 18 November.
Tim juri menilai sembilan aspek utama, mulai dari kelembagaan, fasilitas gedung dan perabot, kualitas layanan, koleksi, tenaga pengelola, anggaran, kerja sama, promosi, hingga inovasi pemberdayaan masyarakat. Setiap perpustakaan desa menunjukkan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas layanan literasi di wilayah masing-masing.
Perpustakaan Laika Mobasa, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, keluar sebagai juara pertama setelah dinilai unggul dalam inovasi layanan dan keterlibatan masyarakat. Disusul Perpustakaan Lentera Ilmu (Desa Manurung, Malili) sebagai juara kedua, dan Perpustakaan Sumber Ilmu (Desa Margomulyo, Tomoni Timur) sebagai juara ketiga.
Berikut daftar lengkap pemenang:
- Juara 1: Laika Mobasa – Desa Sorowako, Kecamatan Nuha
- Juara 2: Lentera Ilmu – Desa Manurung, Kecamatan Malili
- Juara 3: Sumber Ilmu – Desa Margomulyo, Kecamatan Tomoni Timur
- Harapan 1: Pelita Ilmu – Desa Lumbewe, Kecamatan Burau
- Harapan 2: Cahaya Ilmu – Desa Manta Dulu, Kecamatan Angkona
- Harapan 3: Permata Ilmu – Desa Sindu Agung, Kecamatan Mangkutana
Kepala DPK Luwu Timur, Muhammad Syukri, mengapresiasi seluruh peserta. Ia menyebutkan bahwa kualitas perpustakaan desa tahun ini meningkat signifikan, terutama dari sisi fasilitas dan kreativitas dalam menghadirkan layanan literasi.
“Lomba ini bukan hanya kompetisi, tetapi ruang untuk berbagi inspirasi. Perpustakaan desa punya peran besar sebagai pusat pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap peningkatan layanan ini terus berlanjut,” ujarnya.
Ketua Dewan Juri, Relince Miri, juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program literasi desa. Menurutnya, perpustakaan menjadi pilar penting dalam peningkatan literasi masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap prestasi ini mendorong seluruh desa untuk menghadirkan perpustakaan yang aktif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan visi peningkatan kualitas SDM berbasis literasi.




