PT Citra Lampia Mandiri (CLM) memperluas kontribusi sosialnya melalui Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) dengan menggelar Pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu di Aula Wisma Trans Malili, Senin (1/12/2025).
Sebanyak 123 peserta, terdiri dari kader posyandu dan bidan desa, mengikuti pelatihan yang juga mencakup bimbingan penggunaan aplikasi E-Posyandu untuk memperkuat pencatatan tumbuh kembang balita.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas P2KB Luwu Timur, Amrullah Rasyid, yang mewakili Bupati Luwu Timur.
Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Terima kasih kepada PT Citra Lampia Mandiri atas inisiatif dan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya kesehatan masyarakat di wilayah pemberdayaan,” ucap Amrullah.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dunia usaha dengan pemerintah menjadi elemen penting dalam percepatan penurunan stunting.
“Kolaborasi seperti ini merupakan contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berperan langsung dalam pembangunan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi teknis kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kabid P2P, Alimuddin Bachtiar, menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mencapai target nasional.
“Sejalan dengan RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan 80% posyandu aktif dan 75% posyandu siklus hidup. Artinya, posyandu harus buka minimal sebulan sekali dan memiliki kader minimal lima orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan yang digelar PT CLM merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang kini berbasis klaster siklus hidup, mencakup layanan ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Sementara itu, Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung penguatan layanan dasar kesehatan.
“Kesehatan masyarakat adalah prioritas bagi PT CLM. Kader posyandu adalah garda terdepan di desa, sehingga harus dibekali kompetensi yang memadai,” ujarnya.
Menurutnya, perusahaan dan pemerintah memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan layanan posyandu berjalan optimal, terutama di tengah pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pemantauan tumbuh kembang anak.
Pelatihan ini diharapkan memperkuat kapasitas kader posyandu dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, pencatatan digital, hingga deteksi dini risiko stunting, sehingga program pencegahan dapat berjalan lebih efektif di seluruh wilayah operasional perusahaan.




