Menindaklanjuti peringatan dini dari BMKG Wilayah IV Makassar terkait meningkatnya potensi hujan lebat, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat Luwu Timur untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dalam rilis BMKG yang disampaikan pada Sabtu (6/12/2025), Luwu Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat risiko tinggi terhadap cuaca ekstrem selama tiga hari berturut-turut, yakni 7–9 Desember 2025.
Kabupaten ini masuk dalam zona potensi banjir, sementara wilayah-wilayah penyangga di sekitarnya seperti Luwu, Palopo, dan Tana Toraja juga berada dalam ancaman longsor.
Irwan menegaskan bahwa informasi BMKG ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, relawan kebencanaan, hingga masyarakat umum.
Ia meminta warga tetap waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda alam yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Berdasarkan informasi BMKG, Luwu Timur berada dalam kategori waspada banjir dan cuaca ekstrem pada 7 sampai 9 Desember. Saya mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan wilayah rawan bencana, untuk lebih hati-hati dan meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Irwan.
Ia juga meminta agar masyarakat menjaga kebersihan drainase lingkungan, memastikan aliran air tidak tersumbat, serta mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan berintensitas tinggi.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, kata Irwan, telah meminta BPBD, camat, hingga perangkat desa untuk terus melakukan pemantauan dan memperkuat koordinasi.
Tim reaksi cepat BPBD juga diminta selalu siaga untuk merespons cepat apabila terjadi situasi darurat.
“Cuaca ekstrem harus disikapi dengan kesiapsiagaan bersama. Saya berharap masyarakat terus memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda bencana,” tambahnya.
Irwan juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor di wilayah perbukitan dan tidak memaksakan perjalanan ke daerah rawan apabila tidak mendesak.
Dengan prediksi cuaca ekstrem yang berpotensi berkembang selama beberapa hari ke depan, pemerintah menekankan pentingnya antisipasi dini guna meminimalisir risiko korban maupun kerusakan.




