Luwu Timur menutup tahun 2025 dengan catatan kebencanaan yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, sepanjang Januari hingga Oktober 2025 terjadi 585 kejadian bencana yang berdampak pada 1.547 warga.
Data ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, dan sistem respons cepat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang semakin dinamis.
BPBD merinci kejadian bencana sepanjang tahun 2025 terdiri atas:
- 509 gempa bumi
- 11 tanah longsor
- 5 orang hilang (3 meninggal dunia, 2 selamat)
- 22 cuaca ekstrem dengan 363 warga terdampak
- 3 kebakaran hutan dan lahan
- 13 kebakaran rumah dengan 525 warga terdampak
- 22 banjir yang berdampak pada 654 warga
Tingginya frekuensi bencana, terutama gempa bumi, banjir, dan cuaca ekstrem, menjadi indikator bahwa Luwu Timur berada pada kawasan dengan kerentanan yang perlu diantisipasi secara serius.
Pemerintah daerah menilai bahwa refleksi data sepanjang 2025 harus menjadi pijakan untuk menyusun strategi penanggulangan yang lebih terukur dan konkret pada tahun berikutnya.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyebut bahwa tahun 2025 memberi banyak pelajaran tentang pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman bencana.
“Refleksi kebencanaan tahun ini menunjukkan bahwa kita harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi. Tidak ada ruang untuk abai. Risiko bencana semakin kompleks, dan pemerintah bersama masyarakat harus membangun ketangguhan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, data tersebut menjadi alarm penting agar seluruh sektor memperkuat kapasitas, mulai dari pemetaan risiko, edukasi kebencanaan, kesiapan peralatan, hingga respons cepat di wilayah rawan.
“Kita harus pastikan tahun depan lebih siap. Mulai dari desa, sekolah, komunitas, hingga OPD terkait, semua harus bergerak bersama. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
BPBD Luwu Timur juga diminta melakukan evaluasi mendalam terhadap penanganan bencana selama 2025 sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa.




