Wakil Ketua Komisi I, Harisal, menegaskan pentingnya pemerataan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan, khususnya pada madrasah dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Sorotan itu disampaikan saat kunjungan rombongan Komisi I DPRD Luwu Timur ke Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, Kamis (4/12/2025).
Dalam forum tersebut, Harisan mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh timpang antara sekolah umum dan madrasah.
Menurutnya, madrasah sering kali berada dalam posisi terpinggirkan dari sisi penganggaran, fasilitas belajar, serta dukungan pembangunan.
“Pemerataan sarana prasarana pendidikan keagamaan harus menjadi perhatian serius pemerintah. Banyak madrasah yang berjalan dengan fasilitas minim, bahkan jauh di bawah standar. Negara harus hadir memastikan keadilan layanan pendidikan,” tegasnya.
Dia menilai, jika pemerintah menginginkan sumber daya manusia yang unggul, maka dukungan terhadap madrasah tidak boleh setengah-setengah.
Ia mencontohkan, sejumlah madrasah di desa-desa masih kekurangan ruang kelas layak, perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi yang memadai.
“Madrasah adalah bagian dari ekosistem pendidikan kita. Jangan lagi ada pembedaan. Pemerintah harus memastikan semua lembaga pendidikan mendapatkan fasilitas yang merata, tidak hanya sekolah negeri tetapi juga madrasah yang banyak menampung anak-anak dari keluarga kecil di desa,” ujarnya.
Menurutnya, DPRD Luwu Timur akan mengawal agar madrasah mendapatkan perhatian yang sama. Tidak boleh ada anak didik yang terabaikan hanya karena belajar di madrasah. “Semua harus merasakan fasilitas pendidikan yang layak,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tahun ini terdapat 4 sekolah di Luwu Timur yang mendapatkan program Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yakni MIS DDI Cendana Hijau, MTsS Pergis Wotu, MAN Luwu Timur, MAS Nurul Junaediyah Lauwo. Sesuai data Kemenang Sulsel, jumlah madrasah di Luwu Timur yakni sebanyak 55 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Luwu Timur.




