PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan berkelanjutan melalui talkshow bertajuk “Sustainability Mining for The Future: ESG Integration & Cross-Disciplinary Perspectives” di Universitas Indonesia, Kamis (12/02/2026) lalu.
Perusahaan menggandeng Yayasan Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia dalam forum edukasi kampus yang melibatkan mahasiswa lintas perguruan tinggi.
PT Vale memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat literasi publik mengenai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri pertambangan.
Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menegaskan bahwa industri tambang harus bertransformasi dari sekadar good mining menjadi responsible mining.
“Tidak ada masa depan tanpa pertambangan, dan tidak ada pula pertambangan tanpa memikirkan masa depan,” tegasnya.
Menurut Budiawansyah, ESG bukan lagi kewajiban administratif, melainkan fondasi dalam pengambilan keputusan bisnis. PT Vale mengintegrasikan prinsip tersebut melalui produksi rendah emisi, pengelolaan limbah dan air secara berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Forum tersebut juga menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, yang memaparkan kontribusi strategis sektor pertambangan terhadap perekonomian nasional. Industri ini menyumbang sekitar 12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pada 2025 mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Minerba sebesar Rp135,06 triliun atau 108,30 persen dari target.
Namun, ia mengingatkan bahwa sektor ini menghadapi tantangan serius, mulai dari emisi karbon, dampak sosial, hingga pengelolaan pascatambang. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan peran generasi muda menjadi kunci menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Kemahasiswaan, dan Alumni, Hamdi Muluk, menilai sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah sangat penting dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi sektor pertambangan.
Talkshow yang dimoderatori Timothy Alexander Listyawan ini turut menghadirkan Guru Besar FKM UI Fatma Lestari serta Duta Minerba Goes to Vale Indonesia Site 2025 Mohammad Daneth Faizurrizqi.
Para narasumber membahas arah kebijakan pemerintah, pentingnya keselamatan kerja, serta urgensi implementasi ESG secara konsisten.




