Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, terpilih mewakili ratusan calon wisudawan untuk menyampaikan sambutan pada acara ramah tamah Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia yang digelar di Hotel Claro Makassar, Rabu malam (15/04/2026).
Dalam sambutannya, Irwan yang telah menyandang gelar Magister Teknik Sipil merefleksikan perjalanan akademiknya selama menempuh pendidikan di UMI.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi selama masa kuliah menjadi pengalaman berharga yang kini memengaruhi arah kebijakan yang ia ambil sebagai kepala daerah.
“Saya memahami betul bagaimana perjuangan menempuh pendidikan tinggi. Pengalaman itu yang mendasari keputusan saya saat diberi amanah memimpin Luwu Timur; tidak boleh ada putra-putri daerah yang terhenti langkahnya hanya karena persoalan biaya,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Kartu Luwu Timur Pintar, yang dirancang untuk membantu generasi muda melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi tanpa terkendala finansial.
Irwan juga dijadwalkan mengikuti prosesi pengukuhan bersama 437 calon wisudawan lainnya pada Kamis (16/04/2026).
Dia turut menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika UMI atas peran mereka dalam membentuk kapasitas dan kompetensi para mahasiswa.
Pada periode ini, Pascasarjana UMI meluluskan total 438 mahasiswa.
Direktur Pascasarjana UMI, La Ode Husen, merincikan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 362 lulusan magister, 66 doktor, serta 10 lulusan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Selain itu, prosesi wisuda juga diikuti oleh mahasiswa internasional yang berasal dari Aljazair dan Qatar, menandakan semakin luasnya jangkauan akademik UMI di tingkat global.
Rektor UMI, Hambali Talib, dalam pesannya berharap para lulusan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat luas serta menjaga integritas dalam setiap peran yang dijalankan.
Ia juga menekankan pentingnya daya saing global bagi para alumni, termasuk bagi Irwan Bachri Syam sebagai kepala daerah, agar mampu membawa perubahan positif di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.




