Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur mulai menggencarkan sosialisasi pencegahan hipertensi kepada masyarakat setelah penyakit tekanan darah tinggi menjadi kasus terbanyak di layanan rawat jalan wilayah setempat.
Edukasi tersebut disampaikan langsung Camat Tomoni Timur, Yulius, saat menghadiri ibadah di Gereja Toraja Jemaat Korombua Timur, Desa Manunggal, Minggu (26/4/2026).
Menurut data UPTD Puskesmas Tomoni Timur, hipertensi masih mendominasi kunjungan pasien, terutama pada kelompok usia lanjut.
Yulius menilai kondisi tersebut berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat, mulai dari konsumsi makanan tinggi garam, kurang olahraga, hingga minimnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Ia mengingatkan warga agar mulai memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehari-hari demi mencegah risiko penyakit yang dapat memicu komplikasi serius.
“Bukan soal enaknya makanan, tetapi kandungan gizinya yang harus diperhatikan,” ujar Yulius.
Ia juga meminta masyarakat rutin memeriksakan tekanan darah di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, pustu, maupun posyandu.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar hipertensi bisa dikendalikan lebih cepat dan tidak berkembang menjadi penyakit jantung, stroke, maupun gangguan kesehatan lainnya.
Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur sengaja memanfaatkan ruang sosial keagamaan sebagai sarana edukasi agar pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap kesadaran warga meningkat untuk menjalani pola hidup sehat, aktif bergerak, serta rutin mengecek kondisi kesehatan.



