RUPSLB PT Vale Ganti Susunan Dewan Komisaris

2 Min Read

Manajemen PT Vale Indonesia (Vale) mementapkan untuk mengganti susunan Dewan Komisaris perusahaan penambangan nikel tersebut.

Pergantian susunan Dewan Komisaris ini telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang dilaksanakan Senin (25/9/13) kemarin.

Chief Financial Officer, Febriani Eddy mengatakan terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris PT Vale Indonesia, yakni dengan menyetujui pengangkatan Akira Nozaki sebagai anggota Dewan Komisaris menggantikan Harumasa Kurokawa.

“Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kurokawa atas dedikasi dan komitmen beliau kepada Perseroan selama masa baktinya,” ujar Febriani dalam keterangan persnya .

Sesuai data yang diperoleh, Nozaki saat ini menjabat sebagai Executive Officer dan Deputi General Manager Divisi Non-Ferrous Metals Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (“Sumitomo”), posisi yang telah beliau duduki sejak Juni 2013. Dalam posisi ini, Nozaki bertanggung jawab atas strategi dan manajemen kinerja dan pengembangan bisnis dari Non-Ferrous Metals.

Sebelum menduduki jabatan saat ini, dia telah memegang berbagai posisi operasional dan manajemen proyek di bidang tembaga, nikel dan katalis Sumitomo, dan pernah menjabat sebagai General Manager Departemen Penjualan Nikel dan Bahan Baku, kemudian selaku Deputi General Manager Departemen Administrasi dari Divisi Sierra Gorda Project di Chile.

Dengan pergantian tersebut, maka susunan Dewan Komisaris PT Vale Indonesia saat ini adalah sebagai berikut:

– Presiden Komisaris: Ricardo R. de Carvalho

– Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen:  Arief T. Surowidjojo

– Komisaris: Jennifer Maki

– Komisaris: Kevin Graham

– Komisaris: Mark Travers

– Komisaris: Gerd Peter Poppinga

– Komisaris: Mikinobu Ogata

– Komisaris: Akira Nozaki

– Komisaris Independen: Irwandy Arif

– Komisaris Independen: Idrus Paturusi

 

(Alpian Alwi)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.