Selama 27 Hari ke Depan, BPK Jadwalkan Periksa SKPD di Lutra

2 Min Read

Tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan, mendatangi Kabupaten Luwu Utara, Selasa (7/2/17). Kedatangan tim yang berjumlah empat orang itu dalam rangka melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2016.

Saat tiba di Masamba, tim tersebut diterima langsung oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani yang langsung melakukan pertemuan dengan seluruh Pimpinan SKPD lama, termasuk para Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pembantu, di Ruang Pertemuan Wakil Bupati.

“Saya minta teman-teman sekalian (Pimpinan dan bendahara SKPD) membantu kelancaran pemeriksaan pendahuluan ini, seperti menyiapkan kembali apa yang menjadi kekurangan kita dan memberikan data atau hal-hal lain yang diperlukan. Intinya, siapkan segala sesuatunya terkait pemeriksaan pendahuluan atas LKPD kita,” ujar Indah.

Indah menambahkan, jika ada hal-hal yang sifatnya penting dan mendesak yang mengharuskan  para bendahara tidak sempat hadir, maka wajib bagi bendahara tersebut untuk melapor kepada pimpinannya untuk segera ditindaklanjuti dan diantisipasi.

Sementara itu, Ketua Tim BKP, Supriadi, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Masamba, ibukota Kabupaten Luwu Utara, adalah untuk melakukan audit atas pendahuluan LKPD TA 2016.

“Kami berempat ditugaskan untuk mengaudit pendahuluan LKPD TA 2016. Olehnya itu, kami sangat mengharapkan kerjasamanya, khususnya dalam kaitannya dengan pengumpulan data pendahuluan LKPD 2016,” terang Supriadi yang bersama tim lainnya akan berada di Masamba selama 27 hari, hingga tanggal 4 Maret mendatang.

 

 

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.