Sosialisasi Pengawasan Pemilu, Wabup Irwan Minta Waspadai Politisasi SARA

2 Min Read

Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi pengawasan pemilu yang dirangkaikan dengan deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA. Sosialisasi tersebut berlangsung di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Rabu (14/02/2018)

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dalam sambutannya menekankan kepada semua pihak akan pentingnya mewaspadai politik uang dan politisasi SARA. Menurut Irwan cara-cara seperti ini akan mencederai proses demokrasi yang diharapkan berjalan sesuai mekanisme dan atuaran main yang telah ditetapkan.

“apalagi politisasi SARA, hal ini harus benar-benar dihindari baik pasangan calon, tim sukses maupun partai politik pengusung, mengingat daerah kita ini sangat majemuk. Kita memang sudah banyak pengalaman dalam pelaksanaan Pilkada, namun hal ini tetap harus di sikapi bersama” kata Irwan.

Irwan juga mengingatkan kepada seluruh aparatur pemerintah untuk menjaga Netralitas ASN. Menurutnya sudah sangat berat sanksi yang menanti bagi ASN yang terlibat dalam kegiatan politik. Sanksi tersebut mulai dari penundaan gaji berkala, penurunan pangkat hingga diberhentikan.

“saya ingatkan kepada seluruh ASN, jangan coba-coba terlibat karena ini sangat jelas aturan dan sanksinya” tambahnya.

Irwan juga meminta kepada oihak Panwaslu Luwu Timur agar mengeluarkan himbauan yang menjelaskan secara rinci batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan sehingga nantinya ada aturan yang bisa dipedomani agar tidak ada lagi yang warga maupun ASN yang harus berhadapan dengan hukum terkait persoalan Pilkada.

Panwaslu selaku penyelenggara kegiatan, Sukmawati mengatakan kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu dan deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA merupakan upaya bawaslu untuk menghadirikan pemilu yang berkualitas dan demokratis.

Lanjutnya kegiatan ini dihadiri seluruh unsur Forkompinda, Pimpinan Partai Politik, Tim Pemenangan Empat Pasangan Calon Pilkada Serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Ormas, Insan Pers dan tokoh masyarakat.

“acara akan diisi deklarasi bersama tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA, kemudian membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen bersama dan diakhiri diskusi seputar pengawasan pemilu ” tutupnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.