Penanganan banjir yang digagas oleh Dinas PU Kota Palopo, ternyata tidak serta merta dipercayai oleh Wali Kota Palopo, Judas Amir. Pasalnya, Judas menilai, konsep penangan banjir tersebut seharusnya telah mempu menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda Kota Palopo.
“Gambo-gambo itu Dinas PU, saya tidak percaya penjelasannya,” ujar Judas saat ditanyakan sejumlah jurnalis soal rencana penanganan banjir oleh Dinas PU Palopo. Kata ‘gambo’ yang disebutkan merujuk pada bahasa pergaulan orang Palopo yang berarti bohong.
Menurut Judas, dirinya sudah menerima penjelasan terkait penanganan banjir dari Dinas PU Palopo. Namun, menurutnya, penjelasan tersebut belum dapat diterima.
“Banjir yang melanda Kota Palopo sudah terjadi di beberapa titik dalam bulan ini, nah kalau penjelasan dinas PU bisa mengatasi hal tersebut, kenapa sampai hari ini masih terjadi banjir, intinya saya masih belum percaya penjelasan Kepala Dinas PU tersebut,” jelas Judas.
Judas pun menyinggung soal alokasi anggaran penanganan bencana di Kota Palopo yang selalu naik setiap tahunnya, namun tidak terlihat langkah konkrit guna menyelesaikan persoalan banjir itu.
“Justru yang terjadi saat ini, ada daerah yang dahulu justru tidak pernah terkena banjir, sekakrang menjadi daerah langganan banjir, lantas kemana semua anggaran penanganan banjir itu,” ujarnya.
Haris “Eghy” Abdullah
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

