Terkait Banjir, Judas Tidak Percaya Penjelasan Dinas PU Palopo

1 Min Read

Penanganan banjir yang digagas oleh Dinas PU Kota Palopo, ternyata tidak serta merta dipercayai oleh Wali Kota Palopo, Judas Amir. Pasalnya, Judas menilai, konsep penangan banjir tersebut seharusnya telah mempu menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda Kota Palopo.

Gambo-gambo itu Dinas PU, saya tidak percaya penjelasannya,” ujar Judas saat ditanyakan sejumlah jurnalis soal rencana penanganan banjir oleh Dinas PU Palopo. Kata ‘gambo’ yang disebutkan merujuk pada bahasa pergaulan orang Palopo yang berarti bohong.

Menurut Judas, dirinya sudah menerima penjelasan terkait penanganan banjir dari Dinas PU Palopo. Namun, menurutnya, penjelasan tersebut belum dapat diterima.

“Banjir yang melanda Kota Palopo sudah terjadi di beberapa titik dalam bulan ini, nah kalau penjelasan dinas PU bisa mengatasi hal tersebut, kenapa sampai hari ini masih terjadi banjir, intinya saya masih belum percaya penjelasan Kepala Dinas PU tersebut,” jelas Judas.

Judas pun menyinggung soal alokasi anggaran penanganan bencana di Kota Palopo yang selalu naik setiap tahunnya, namun tidak terlihat langkah konkrit guna menyelesaikan persoalan banjir itu.

“Justru yang terjadi saat ini, ada daerah yang dahulu justru tidak pernah terkena banjir, sekakrang menjadi daerah langganan banjir, lantas kemana semua anggaran penanganan banjir itu,” ujarnya.

Haris “Eghy” Abdullah

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.