Tidak Terima Hasil Lelang, Direktur Perusahaan Ini Mengadu Ke Polisi

2 Min Read

Pengumuman penetapan calon pemenang pelelangan paket peningkatan lining irigasi BK4 telah dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Luwu Timur baru – baru ini.

Namun hasil pelelangan itu mendapat tanggapan dari CV Divha Dahlae yang menduga prosesnya tidak sesuai dengan dokumen lelang nomor : 01/P.31/ULP/III/2016 tertanggal 3 Maret lalu.

Direktur CV Divha Dahlae, Hamsah Tip mengatakan, pihaknya telah melayangkan sanggahan terkait alasan Pokja menggurkan penawarannya pada tanggal 13 April 2016.

Namun, sanggahan tersebut baru dijawab oleh Pokja tanggal 18 April 2016. “Pada dokumen lelang Pokja wajib memberikan jawaban paling lambat tanggal 16 April mengingat metode pelelangan untuk paket ini adalah pemilihan langsung,” ungkapnya.

Selain itu, pengumuman penetapan pemenang juga dinilai telah merugikan dirinya dikarenakan Pokja telah melakukan pengukuran bak kendaraan miliknya namun tidak melakukan hal yang sama pada penawar lainnya.

“Kami meminta kepada Pokja untuk menunjukkan ke kami aturan mana yang mengatur tentang tata cara melakukan klarifikasi harga dengan cara mengukur kapasitas bak kendaraan. Menurut kami ini sudah keluar dari ketentuan tata cara evaluasi,” ungkapnya.

Dengan digugurkan dipaket itu, kata Hamsah, dirinya menduga kalau Pokja konstruksi hanya sekedar mencari cari alasan untuk menggurkan perusahaannya untuk memenangkan perusahaan tertentu.

“Persoalan ini telah kami adukan kepihak kepolisian dengan nomor surat : 002/CV.DD/P/IV/2016 untuk dilakukan penyelidikan sebab kami menduga ada indikasi KKN untuk memenangkan perusahaan tertentu,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, ketua ULP Luwu Timur, Ma’ruf mengatakan, pihaknya telah diundang oleh DPRD untuk memonitoring sejauh mana proses pelelangan yang dilaksanakan sekarang termasuk membahas adanya aduan. “Kami dan Pokja telah menjawab semua, baik secara teknis apa yang dipertanyakan oleh komisi tiga kemarin,” katanya.

Soal adanya aduan yang dilayangkan kesejumlah institusi, dirinya tidak mempersoalkan. Menurutnya, pihak ULP pastinya akan melakukan klarifikasi jika dibutuhkan. “Kalau kami diundang pastinya kami akan melakukan klarifikasi, namun secara teknis, saya tidak terlalu paham nanti Pokja yang jelaskan,” ungkap Ma’ruf.

Untuk diketahui, paket peningkatan lining irigasi BK4 ini telah dimenangkan, CV Firda Abadi dengan harga penawaran senilai Rp504.822.000 dari harga pagu Rp600 juta.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.