Tiga Kepala Desa Kedapatan Ikut Kampanye Cakka-Amru di Larompong

Asdhar
1 Min Read

Panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Kecamatan Larompong mendapati tiga orang Kepala Desa ikut sebagai peserta kampanye pasangan calon Bupati Luwu, Andi Mudzakkar-Amru Saher di Gedung Rio Rennu, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Senin (2/09/13). Tiga Kepala Desa tersebut yakni Kepala Desa Komba Selatan, Kades Laloa dan Kades Babang.

Ketua Panwaslu Luwu, Siming saat dikonfirmasi luwuraya.com mengatakan kepala desa Laloa dan Babang langsung meinggalkan gedung usai ditegur Panwascam supaya tidak ikut sebagai peserta kampanye, namun Kepala Desa Komba Selatan yang diketahui bernama Amin Yusuf bersikeras untuk meniggalkan lokasi kampanye.

“Sebenarnya ada banyak PNS dan Kepala Desa yang kami temukan sebagai peserta kampanye, namun setelah kami lakukan pendekatan preventif mereka memahami dan meninggalkan lokasi kampanye, tapi lain halnya dengan Amin Yusuf, dia justru memilih untuk bertahan di lokasi kampanye dan tidak peduli teguran dari panwascam,” kata Siming.

Menurut Siming, dalam Undang-Undang nomor 32 pasal 79 dan 80 diatur tentang larangan Kepala Desa dan pejabat egara dan pejabat struktural membuat atau menguntungkan dan merugikan salah satu pasangan calon selaam masa kampanye.

“Ancamannya pidana penjara satu sampai enam bulan kurugan, nah, kami sudah mengirimkan surat paggilan terhadap yang bersangkutan dan akan kita mintai keterangan hari selasa besok,” ujarnya.(*)

Haswadi

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.