Tingkatkan Mutu Pendidikan, PGRI di Lutim Gelar Seminar

2 Min Read

Seminar pendidikan tentang perubahan mindset terhadap pendidikan menyongsong pelaksanaan kurikulum 2013 yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur. Seminar sehari ini berlangsung di Aula SMKN 1 Malili , Sabtu (07/06).

Seminar ini dibuka Wakil Bupati Luwu Timur Muhammad Thoriq Husler dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora) Kabupaten Luwu Timur, Ismail, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, H. Arfah Mustafa beserta anggota dewan pendidikan lainnya.

Wakil Bupati Luwu Timur HM. Thoriq Husler mengatakan seminar yang dilaksanakan ini sangat tepat karena suksesnya penerapan kurikulum 2013 tidak dapat dilepaskan dari peran guru dalam rangka mengawal dan mengembangkan pendidikan bermutu yang berbasis karakter disetiap sekolah.

“Sistem dan praktek pendidikan yang berkualitas hanya akan lahir apabila terdapat guru yang profesional dan memiliki kompetensih. Untuk itu, seminar ini diharapkan memberikan solusi sebagai upaya memotivasi guru untuk selalu sadar dan berusaha meningkatkan mutu kemampuan profesionalnyasebagai sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan di era globalisasi saat ini,” lanjutnya.

Sebelumnya, ketua panitia yang juga Ketua PGRI Kabupaten Luwu Timur Nursalam, menyebutkan, seminar pendidikan yang dilaksanakannya merupakan program lima tahunan PGRI dan Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur yang pesertanya dari pengurus cabang dan pengurus ranting PGRI serta kepala sekolah dari semua tingkatan.

“Seminar ini menghadirkan pemateri dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Makassar, H. Thamrin Taha, Berbagai fenomena pendidikan dipaparkan oleh H. Thamrin Taha kepada puluhan kepala sekolah dari semua tingkatan yang memadati Aula SMKN 1 Malili,” ungkap Nursalam.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.