Wakili Lutim di Ajang ADWI, Desa Soroako Ditarget Masuk 100 Besar

2 Min Read

Desa Soroako yang terletak di Kecamatan Nuha, Luwu Timur berhasil masuk dalam nominasi 300 Besar Desa Wisata di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia. (ADWI)

Hal itu Dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata Luwu Timur , Hamris Saat di hubungi Wartawan, Kamis ,19 Agustus 2021.

“Iye, Alhamdulillah Desa Sorowako menjadi 5 Desa mewakili Sulawesi Selatan pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia,”kata Hamris

Adapun 5 Desa di Sulawesi Selatan yang mengikuti ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia yaitu Desa Wisata Sorowako Kabupaten Luwu Timur, Desa Wisata Kambo Kota Palopo, Desa Wisata Rinding Allo Kabupaten Luwu Utara, Desa Wisata Manuju Kabupaten Gowa dan Desa Wisata Buntu Buangin Kabupaten Sidrap.

Dikatakan Hamris, Sebelumya ada 26 Desa yang kami usulkan dan di Sulsel terpilih 5 Desa Wisata untuk ke tingkat nasional dan Alhamdulillah salah satu nya Desa Soroako bisa masuk 300 Besar dalam Desa yang terpilih mengikuti Anugrah Desa Wisata Indonesia.

“Saya optimis sekali Desa Sorowako akan melewati seleksi ditahapan berikutnya dan kita doakan saja semoga bisa juara,”Kata Hamris

Dijelaskan Hamris , Desa Wisata Sorowako mempunyai beberapa keunggulan yg menjadi modalnya untuk ajang ini.

Pemerintah Desanya selalu melahirkan inovasi baru khususnya yang terkait dengan pengembangan kepariwisataan serta pemanfaatan nya.

“Apa lagi dilaksanakan dengan pola Community Base Tourism (CBT) yang dikembangkan dengan pemberdayaan dan pelibatan masyarakat secara langsung mulai dari proses perencanaan sampai kepada Tata kelola destinasinya,”tandasnya

Yang tak kalah penting, lanjut Hamris Desa wisata Sorowako memiliki keunggulan lain karena posisi berada di sekitar danau Matano yang secara alami menyimpan keindahan alam dan keragaman budaya.

Serta keunikan Aktraksi Budaya serta kulinernya yang sangat lezat siap menjadi pelengkap dan mendukung Desa Wisata Sorowako menerima wisatawan.(rif)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.