Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Husler Pimpin Upacara HUT Korpri ke-48, PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional
Jumat,29 November 2019 | 21:54 WITA | Ryan

LUTIM – Jajaran Aparatur Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Upacara itu dipimpin langsung Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler, di Lapangan Merdeka Puncak Indah Malili, Jumat (29/11/2019).

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Anggota DPRD, Hj. Harisah Suharjo, Ketua Pengadilan Negeri Malili, Khairul, Wakil Ketua Pengadilan Agama Malili, Mun’ Amah,  Perwira Penghubung, Mayor Kav Suparman dan Perwakilan Polres Luwu Timur.

Upacara diawali defile para Aparatur Sipil Negara masing-masing OPD. Dalam amanatnya, Husler membacakan sambutan seragam Presiden Republik Indonesia, Jokowi Widodo yang juga penasehat Kopri.

“Saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” kata Husler.

Ia juga mengajak seluruh Anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari, terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus dipangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi.

“Kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ungkapnya.

Dengan kemajuan teknologi, katanya lagi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. lnovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan. Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah saat ini harus kita selesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, lebih efisien dan lebih memberikan dampak yang luas.

Terkait peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional Tahun 2019, Husler mengatakan tugas guru merupakan tugas mulia sekaligus yang tersulit, karena mengemban tugas untuk kemajuan bangsa.

Diera yang serba digital saat ini, kata Husler, guru harus belajar berinovasi dalam mengajar, sebab setiap guru harus menjadi penggerak dalam dunia pendidikan. Hari Guru Nasional merupakan momen penting bagi setiap guru untuk bergerak, berkarya, dan berinovasi, karena tidak ada artinya apa pun reformasi pendidikan tanpa pergerakan guru.

“Di Kabupaten Luwu Timur, Pemerintah daerah senantiasa komitmen menjadikan pendidikan sebagai sektor prioritas dengan mengalokasikan minimal 20 persen dari total APBD untuk meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan,” jelasnya.

Untuk tahun 2019 ini, tambah Husler, Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 340 Miliar lebih untuk mengimplementasikan program unggulan bidang pendidikan seperti bantuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, bantuan seragam sekolah, satu laptop satu guru, tugas belajar S2 bagi guru berprestasi kerjasama dengan UNM, tuntas RKB dan mobiler, hingga peningkatan kesejahteraan guru honorer.

“Semua program pendidikan itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan di Kabupaten Luwu Timur, mengingat pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa,” tandasnya.

Dalam upacara itu, juga diserahkan beberapa penghargaan, diantaranya penghargaan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional, Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional, Penghargaan Fasilitasi Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Kalaena, Juara 2 lomba Posyandu Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Penghargaan Pasar Sehat tingkat Nasional, tenaga kesehatan teladan dan penyerahan SK Upah Jasa untuk tenaga guru Honorer. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...