100 Warga Palopo Dilatih Teknologi Tepat Guna

2 Min Read

Sebanyak 100 orang warga Kota Palopo mengikuti pelatihan di Lembaga Pengembangan Teknologi tepat Guna (LPTTG) Malindo yang berlokasi di Desa Salulemo, Kabupaten Luwu Utara. Pelatihan ini akan digelar selama 10 hari mulai terhitung pada Selasa (1/101/13) besok.

Wali Kota Palopo, Judas Amir mengatakan seluruh peserta ini nantinya akan melihat dari dekat proses pelatihan teknologi tepat guna melalui program produk unggulan daerah (PUD) dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Selain itu, mereka juga akan belajar untuk membuat makanan ringan untuk di jadikan sebagai produk lokal Kota Palopo.

“Saya sengaja membawa 100 warga Palopo ke LPTTG Malindo untuk pelatihan kewirausahaan yang menjadi program andalan Pemerintah Kota Palopo untuk lima tahun ke depan. Dan ini bentuk keseriusan saya untuk menciptakan pewira usaha baru di Palopo,” kata Judas.

Judas berkeyakinan LPTTG Malindo memiliki keunggulan dan daya tarik tersendiri sehingga dijadikan pusat pelatihan kewirausahaan dan life skills. Sebab, mustahil puluhan kabupaten/kota di Indonesia telah mengirim 300 sampai 500 warganya ke LPTTG Malindo mengikuti pelatihan berbagai keterampilan, jika tidak ada manfaatnya bagi rakyat.

“Kami targetkan Kota Palopo akan menciptakan sebanyak 10 ribu pewira usaha baru di daerah ini, dan setiap tahunnya paling sedikit 1.000 orang akan kami kirimkan untuk mengikuti pelatihan di LPTTG Malindo ini,” ujar Judas.

Haris

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.