12 Kecamatan di Luwu Utara Masuk Zona Oranye

2 Min Read

Sebanyak 12 dari 15 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara kini masuk zona oranye penyebaran COVID-19, sementara dua kecamatan yakni Limbong dan Rampi, berada pada zona kuning. Serta satu kecamatan yakni Seko yang masih berada di Zona Hijau.

Berdasarkan data tim Satgas Covid-19, Kasus harian COVID-19 pada Senin 2 Agustus 2021 kemarin, terdapat penambahan 14 kasus aktif dan satu orang meninggal dunia, sehingga total kasus aktif sampai tanggal 2 Agustus 2021 adalah sebanyak 431 kasus. Total kasus COVID-19 di Luwu Utara sejauh ini adalah 2.096 kasus. Rinciannya, 1.604 sembuh, 431 isolasi, dan 64 orang meninggal dunia.

Kondisi ini membuat Bupati Indah Putri Indriani memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sampai 9 Agustus 2021, sekaligus fokus pada penanganan di hulu dengan memaksimalkan relawan desa, dan edukasi prokes 5M melalui pendekatan persuasif serta penyebaran informasi melalui kanal-kanal pemerintah.

“Kita ingin PPKM level 3 berjalan dengan efektif di lapangan, seperti pendisiplinan prokes 5M, terutama penggunaan masker dan bagaimana menghindari kerumunan, termasuk bagaimana menyukseskan vaksinasi. Ini yang harus kita gencarkan, sehingga penanganan di hilir kita tidak kerepotan,” kata Indah.

Data Pantauan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara per Tanggal 02 Agustus 2021

Dia juga mengatakan, penanganan di hulu menjadi solusi strategis pemerintah daerah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang lebih luas. Sehingga, kata dia, penanganan di hilir nantinya bisa dilakukan dengan lebih baik, utamanya pada sisi perawatan dan pengawasan bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri.

Hal penting lainnya adalah bagaimana memasifkan sosialisasi protokol kesehatan 5M sampai ke tingkat desa seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Upaya kita melalui testing, tracking dan treatment juga menjadi penting dilakukan guna menahan laju penyebarannya,” imbuh dia.

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.