13 Sekolah Jadi Pilot Project Implementasi SiBos Di Luwu Timur

2 Min Read

Sebanyak 13 sekolah di Kabupaten Luwu Timur, mulai dari tingkatan SD hingga SMA/Sederajat menjadi Pilot Project Implementasi Sistem Informasi Bantuan Operasional Sekolah (SiBOS) Non Tunai.

Adapun ke-13 sekolah tersebut adalah, SDN 238 Malaulu, SDN 228 Lagaroang, SDN 227 Puncak, SDN 229 Waru, SDN 221 Malili, SDN 222 Batu Merah, SDN 223 Balantang, SDN 226 Patande, SMPN 1 Malili, SMPN 2 Malili, SMAN 1 Luwu Timur, SMAN 12 Luwu Timur dan SMKN 1 Luwu Timur. Seluruhnya berada dalam wilayah Kecamatan Malili.

Pengelola dana BOS dari ketigabelas sekolah tersebut telah mengikuti sosialisasi SiBOS pada Kamis (22/08/2019), bertempat di Warkop 533 Malili, yang dilaksanakan oleh Bank Sulselbar Cabang Malili bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Luwu Timur, La Besse, didampingi pimpinan Bank Sulselbar Cabang Malili, Hamdan. Materi SiBOS disampaikan langsung oleh Team Impementor dari kantor pusat Bank Sulselbar, Edwin Syamsuddin.

Menurut Edwin Syamsuddin, Aplikasi SiBOS merupakan sistem informasi terkomputerisasi yang didesain khusus dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektivitas dan pengawasan seluruh proses pemberian bantuan operasional sekolah. Selain itu, SiBOS juga mencatat setiap transaksi atas penggunaan dana BOS, baik tunai maupun non tunai serta fungsi sebagai alat pembayaran secara non tunai.

Terkait aplikasi SiBOS, Lanjut Edwin, aplikasinya sangat friendly serta dapat diakses secara langsung melalui smartphone dan komputer pc atau tablet melalui website https://sibos.banksulselbar.co.id.

Sementara pimpinan Bank Sulselbar cabang Malili, Hamdan mengatakan, dengan aplikasi SiBOS ini maka semua transaksi keuangan terkait dana Bantuan Operasional Sekolah tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi seluruhnya menggunakan sistem.

“Inyah Allah tahun ini kita mulai di 13 sekolah, kedepannya seluruh sekolah di Luwu Timur akan menggunakan aplikasi SiBOS,” jelas Hamdan. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.