Nasdem Minta Panwaslu Lutra Tegas Hadapi Isu SARA

2 Min Read

Ketua DPC Partai Nasdem Luwu Utara, Muhammad Rajab meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Luwu Utara untuk tegas dalam menyikapi berbagai isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA) yang diduga sengaja dimainkan tim pemenangan tertentu di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lutra, beberapa pekan belakangan.

Menurut Rajab, isu SARA dimaksud yakni berupa beredarnya isu pendatang dan pribumi terkait pencalonan kepala daerah. “Ada desain tak fair jelang penetapan pasangan calon ini, ada salah satu tim sukses yang patut dicurigai memainkan desain isu SARA yang menguntungkan salah satu kandidat. Ini catatan kritis kami,” kata Rajab.

Menurut, anggota DPRD Provinsi Sulsel dari partai Nasdem ini, bila isu SARA ini tidak segera ditindaki akan rawan terjadi konflik horisontal di Lutra. Apalagi masyarakat Lutra baru beberapa bulan belakangan ini merasakan kedamaian karena seringnya terjadi konflik antar warga di sejumlah tempat.

“Bila ini tidak segera ditindaki tegas maka rawan terjadi konflik di daerah ini. Kami menginginkan Pilkada di Lutra bisa berlangsung secara demokratis dan damai, tentunya akan menghasilkan pemimpin yang betul-betul diinginkan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Rajab meminta kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar senantiasa bersikap netral dalam menghadapi Pilkada yang sedang berlangsung di Lutra ini.

“Setelah kita amati bersama, ada gerakan beberapa kepala dinas telah melakukan ajakan secara masif untuk mendukung salah satu calon. Sebagai contoh, sudah ada kepala dinas yang telah kami laporkan ke Panwas, karena diduga telah ikut mengajak untuk mendukung salah satu calon,” tutur mantan ketua KPU Lutra itu.

 

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.