70 Persen Caleg Partai Demokrat Luwu Pernah Gagal jadi Caleg

Asdhar
1 Min Read

Partai Demokrat Luwu menargetkan memperoleh Sembilan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu periode 2014 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Sulaiman Ishak,Ketua Bappilu Partai Demokrat Luwu saat dikonfirmasi luwuraya.com, Selasa (23/4/13).

Sulaiman mengatakan Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrat sebanyak sembilan orang yang sudah didaftarkan nama-namanya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu, 70 persen diantaranya sudah pernah gagal menjadi caleg pada tahun 2009 yang lalu.kami ini

“Kami targetkan sembilan kuris untuk Caleg di Kabupaten Luwu, dan caleg kami ini 70 persen diantaranya pernah gagal menjadi caleg sehingga kami yakin mereka sudah matang dan banyak pengalaman,” kata Sulaiman.

Selain itu, Sulaiman juga menyinggung tentang Pemilukada Luwu, Dijelaskan Sulaiman Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Luwu, Syukur Bijak tetap akan menjadi Wakil pada Pemilukada Luwu tahun 2013 ini.

“Belum pasti Syukur Bijak akan mendampingi siapa, namun yang pasti Ketua kami tidak akan maju sebagai 01,” ujarnya.(b)

Haswadi

 

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.