Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Timur tahun 2026 berlangsung semakin ketat dan transparan dengan melibatkan unsur TNI-Polri serta menggunakan sistem digital terintegrasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur, Salam Latif, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara profesional dan objektif, tanpa ruang intervensi.
“Seleksi tahun ini sangat ketat karena seluruh proses diawasi melalui sistem BPIP, sekaligus melibatkan TNI dan Polri dalam tahapan fisik dan kesamaptaan,” ujar Salam, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, tahapan seleksi diawali dengan administrasi yang diikuti sekitar 200 peserta dari seluruh kecamatan.
Peserta yang lolos kemudian mengikuti tes wawasan kebangsaan dan intelegensi umum secara daring melalui aplikasi resmi BPIP dengan standar nilai nasional.
Memasuki tahap lanjutan, peserta menjalani seleksi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dengan sistem gugur, sebelum mengikuti tes postur dan kesamaptaan yang menjadi salah satu penentu utama kelulusan.
Pada tahap ini, keterlibatan TNI-Polri menjadi kunci dalam memastikan penilaian berjalan objektif dan sesuai standar.
“Tes fisik dilakukan secara ketat bersama TNI-Polri agar kualitas peserta benar-benar terjamin, baik dari segi ketahanan, disiplin, maupun postur,” jelasnya.
Tahapan akhir berupa wawancara oleh tim Kesbangpol, dengan seluruh hasil seleksi dirangking dan diunggah ke sistem pusat guna memastikan transparansi.
Hingga saat ini, jumlah peserta yang tersisa sebanyak 102 orang, terdiri dari 42 perempuan dan 59 laki-laki.
Selanjutnya, akan diseleksi menjadi 70 orang untuk tingkat kabupaten dan 4 orang untuk mewakili Luwu Timur ke tingkat provinsi.
Salam menegaskan bahwa sistem berbasis BPIP membuat seluruh proses seleksi berlangsung terbuka dan akuntabel.
“Semua nilai peserta masuk dalam sistem dan dapat dipantau, sehingga benar-benar menjamin seleksi yang bersih dan transparan,” tegasnya.
Dengan seleksi yang semakin ketat dan terstandar nasional, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap mampu melahirkan anggota Paskibraka yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme yang kuat.



