Akhir Oktober, Luwu Raya Tidak Masuk Peta Peringatan Kekeringan BMKG

Asdhar
2 Min Read
Peta potensi kekeringan meteorologis BMKG untuk dasarian III Oktober 2026 menunjukkan wilayah Luwu Raya tidak masuk kategori peringatan kekeringan. Sejumlah kecamatan di Sulawesi Selatan justru masuk kategori awas.
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM— Wilayah Luwu Raya tidak masuk dalam peta peringatan potensi kekeringan meteorologis yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk dasarian III Oktober 2026, periode 21–31 Oktober.

Berdasarkan infografik Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, wilayah Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu, Kota Palopo, dan Kabupaten Luwu Timur ditandai dengan warna hijau. Warna tersebut menunjukkan kategori tidak ada peringatan potensi kekeringan meteorologis pada periode yang dipetakan.

Meski demikian, status tersebut tidak berarti seluruh wilayah Luwu Raya dipastikan bebas dari kondisi kering. Informasi BMKG ini merupakan pemetaan potensi kekeringan meteorologis untuk periode tertentu, bukan jaminan bahwa kondisi kering tidak akan terjadi di suatu lokasi.

Sejumlah Wilayah Sulsel Masuk Kategori Awas

Dalam peta yang sama, BMKG mencantumkan sejumlah kecamatan di Sulawesi Selatan yang masuk kategori awas potensi kekeringan meteorologis pada 21–31 Oktober 2026.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bissappu dan Gantarangkeke di Kabupaten Bantaeng; Bontobahari, Gantarang, Ujung Loe, Ujungbulu, Bontotiro, dan Rilau Ale di Kabupaten Bulukumba; serta Kecamatan Biringbulu di Kabupaten Gowa.

Kategori awas juga tercantum untuk sejumlah kecamatan di Kabupaten Jeneponto, yakni Bangkala, Binamu, Bontoramba, Tarowang, Turatea, Batang, dan Kelara. Selain itu, kategori yang sama berlaku untuk Bontomatene, Pasimarannu, Pasimasunggu, Bontomanai, dan Pasimasunggu Timur di Kabupaten Kepulauan Selayar, serta Kecamatan Sinjai Utara di Kabupaten Sinjai.

Peta tersebut membedakan tingkat potensi kekeringan berdasarkan sejumlah indikator, termasuk jumlah hari tanpa hujan, prakiraan curah hujan, dan indeks curah hujan terstandarisasi atau Standardized Precipitation Index (SPI).

Tetap Pantau Informasi Cuaca dan Iklim

BMKG melalui infografiknya mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca dan iklim melalui aplikasi atau situs resmi BMKG serta mengaktifkan notifikasi cuaca dan peringatan darurat agar memperoleh informasi terkini.

Masyarakat juga diimbau memahami kondisi wilayah yang berpotensi mengalami bahaya atau rawan bencana. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca dan iklim.

Informasi potensi kekeringan ini berlaku untuk dasarian III Oktober 2026. Karena kondisi cuaca dan iklim dapat berubah, masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG..

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser