Banjir yang terjadi Desa Kawasule, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Rabu (10/04/13) pagi tadi mengakibatkan 150 hektar lahan persawahan masyarakat terendam air. Bahkan ketinggian air mencapai empat meter.
Pantauan luwuraya.com dari 150 hektar lahan yang tergenang air, 80 hektar meruapakan lahan produktif tanaman padi dan 60 hektar lainnya adalah sawah berisi tanaman padi siap panen yang gagal panen akibat terendam. Selain itu, banjir juga menghantam sedikitnya 30 hektar kakao dan 8 hektar areal tambak air tawar milik warga.
Andi Mansyur Makkulau yang ditemui ditempat kejadian mengatakan banjir yang melanda Desanya sejak tanggal 5 hingga 10 April hari ini disebabkan pintu bendungan Karebbe milik PT Vale Indonesia dibuka.
“Padahal masyarakat pernah mengingatkan pada PT Vale Indonesia agar tidak membuka pintu bendungan Karebbe, sebab curah hujan cukup tinggi beberapa hari ini,” kata Andi Mansyur.(b)
Alpian Alwi
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

