Sekda Luwu Timur Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Mulut

Asdhar
2 Min Read
Pembukaan Seminar dan Hands-on deteksi lesi prakanker rongga mulut di Aula RSUD I Lagaligo Wotu, Luwu Timur (Sumber: dinaskominfo lutim)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menekankan pentingnya skrining oral dan deteksi dini lesi prakanker karena potensi keganasan pada rongga mulut kerap tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal.

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Seminar dan Hands-on bertema “Skrining Oral dan Deteksi Lesi Prakanker dan Keganasan dalam Mulut” di Aula RSUD I Lagaligo Wotu, Jumat (30/10/2026).

Agenda yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Luwu Timur bersama PDGI Training Center ini digelar secara hibrida pada 30 hingga 31 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2026.

Pentingnya Deteksi Dini Keganasan Mulut

Ramadhan, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur, mengapresiasi inisiatif PDGI Cabang Luwu Timur dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.

Menurut Sekda, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh menyeluruh, meski kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan berkala dinilai masih perlu ditingkatkan.

Kondisi lesi prakanker maupun keganasan dalam rongga mulut dinilai berisiko terlambat ditangani apabila masyarakat baru memeriksakan diri setelah timbul gangguan yang parah.

“Oleh karena itu, skrining oral dan deteksi dini terhadap lesi prakanker maupun keganasan dalam mulut menjadi langkah yang sangat penting,” ujar Ramadhan.

Ia menjelaskan bahwa deteksi sejak tahap awal memungkinkan penanganan medis dilakukan lebih cepat, tepat, dan komprehensif, sehingga peluang kesembuhan pasien meningkat serta beban pembiayaan kesehatan dapat ditekan.

Sekda juga berharap kegiatan ini mendorong penguatan jejaring pemeriksaan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan medis.

Pelatihan teknis dan seminar ini menghadirkan Arny Erawaty Muryah serta Hilaluddin sebagai narasumber, dengan melibatkan 27 peserta luring, 37 peserta webinar, 26 peserta praktik hands-on, dan 83 orang dalam aksi bakti sosial.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser