Di tengah peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur, sosok Andi Hatta Marakarma kembali hadir menyatu bersama masyarakat.
Bagi bupati pertama Luwu Timur itu, pengabdian kepada daerah tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir, melainkan terus berlanjut melalui dukungan, kepedulian, dan kontribusi pemikiran demi kemajuan daerah.
Kehadiran Andi Hatta dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Luwu Timur menjadi pengingat perjalanan panjang daerah yang kini berkembang menjadi salah satu kabupaten strategis di Sulawesi Selatan.
Andi Hatta merupakan figur yang memiliki hubungan erat dengan sejarah lahirnya Luwu Timur. Ia menjadi karateker pertama saat daerah ini terbentuk pada 2003 hingga 2004, kemudian memimpin sebagai bupati definitif selama dua periode bersama Saldy Mansur dan Muhammad Thorig Husler.
Di usia ke-23 tahun, Luwu Timur telah melewati estafet kepemimpinan dari masa ke masa. Namun bagi Andi Hatta, semangat perjuangan yang melahirkan daerah ini tetap harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Luwu Timur Pernah Berawal dari Nol
Andi Hatta mengenang masa-masa awal pembentukan Kabupaten Luwu Timur yang penuh tantangan.
Menurutnya, kondisi saat itu sangat berbeda dengan Luwu Timur yang dikenal sekarang.
Ia bahkan menggambarkan fase awal pemerintahan sebagai situasi yang menyerupai “hutan belantara”.
“Saat itu, pemerintah daerah belum memiliki anggaran operasional yang memadai,” ungkapnya.
Selain itu, perangkat pemerintahan juga belum terbentuk secara utuh.
“Kita memulai dari kondisi yang sangat terbatas. Belum ada perangkat pemerintahan yang siap, belum ada anggaran yang memadai, tetapi ada semangat besar untuk membangun daerah ini,” kenang Andi Hatta.
Karena itu, pemerintah saat itu mengambil berbagai langkah strategis untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
Salah satunya dengan mendatangkan sejumlah aparatur dari Kabupaten Luwu Utara untuk membantu menjalankan fungsi pemerintahan.
Selain membangun birokrasi, pemerintah juga membentuk lembaga legislatif sebagai bagian penting dalam sistem pemerintahan daerah.
Proses tersebut dilakukan melalui tahapan administrasi yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.
Dukung Pemerintah, Tetap Beri Masukan
Meski tidak lagi berada dalam lingkaran pemerintahan, Andi Hatta menegaskan dirinya tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan Luwu Timur.
Ia mengaku mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah saat ini.
Namun, dukungan tersebut tidak berarti menutup ruang kritik dan masukan.
Menurutnya, kritik yang disampaikan dengan niat baik merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga arah pembangunan daerah.
“Dukungan kepada pemerintah tidak berarti harus memuji tanpa kritik. Kritik yang tulus dan membangun justru diperlukan agar pemerintah dapat terus memperbaiki diri dan menjalankan amanah masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Andi Hatta menilai program-program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur saat ini sudah berada pada jalur yang baik.
Karena itu, ia berharap seluruh program tersebut dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kerja keras, dan keikhlasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Jaga Marwah Daerah dan Semangat Kebersamaan
Bagi Andi Hatta, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kepala daerah semata. Pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen daerah untuk menjaga semangat kebersamaan yang menjadi fondasi lahirnya Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, perjuangan membentuk daerah otonom baru dahulu dilandasi semangat menghadirkan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat serta pemerataan pembangunan.
Semangat tersebut, kata dia, harus tetap menjadi pegangan hingga saat ini.
Pada momentum Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur, Andi Hatta juga menyampaikan harapan agar daerah yang pernah dipimpinnya itu terus tumbuh menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan membanggakan.
“Selamat Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Mari kita jaga marwah daerah ini dan terus bekerja bersama untuk mewujudkan cita-cita yang menjadi harapan masyarakat,” tuturnya.
(Sumber Video: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

