LUWURAYA.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur melaporkan pada 28 Oktober 2026 bahwa tingkat kemiskinan wilayah tersebut turun menjadi 5,52 percent pada Maret 2026, terendah dalam delapan tahun terakhir.
Menurut BPS, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 mencatat penurunan 0,27 poin persentase dibandingkan Maret 2025 yang tercatat 5,79 percent, sementara pada 2019 angka tersebut masih 6,98 percent. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 berjumlah 17.94 ribu jiwa, turun 610 jiwa dari tahun sebelumnya dan jauh lebih rendah dibandingkan 20,83 ribu jiwa pada 2019.
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun tajam dari 1,20 di 2025 menjadi 0,52 di 2026, dan Indeks Keparahan (P2) turun dari 0,32 menjadi 0,06, mencatat kedalaman kemiskinan terendah sejak 2019. Dengan persentase 5,52 percent, Luwu Timur menempati urutan kelima terendah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, menegaskan bahwa penurunan tidak hanya pada jumlah tetapi juga pada kedalaman kemiskinan: “Yang menggembirakan, bukan hanya jumlahnya yang turun, tapi kedalaman kemiskinannya juga turun tajam… Ini yang terendah sejak 2019. Artinya, pengeluaran penduduk miskin kita sekarang semakin dekat dengan garis kemiskinan, jurangnya semakin dangkal.”
Abdullah menambahkan bahwa pencapaian Luwu Timur lebih baik dibandingkan rata‑rata provinsi Sulawesi Selatan, yang mencatat tingkat kemiskinan 7,24 percent, P1 1,17 dan P2 0,26. “Ini menunjukkan pengentasan kemiskinan di Luwu Timur lebih cepat dan lebih merata,” pungkasnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

