LUWURAYA.COM — Tingkat kemiskinan di Kabupaten Luwu pada 2026 tercatat turun menjadi 10,12 persen dengan pengurangan jumlah penduduk miskin sebanyak 2.970 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu, Andi Cakra Atmajaya, saat bertemu dengan Bupati Luwu, Patahudding, di ruang kerja bupati pada Senin (19/10/2026).
Berdasarkan data BPS, persentase kemiskinan di Luwu turun sebesar 0,85 persen poin dibandingkan tahun 2025, yang sekaligus menjadi penurunan terbesar di antara kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan pada tahun 2026.
Secara riil, jumlah penduduk miskin di daerah tersebut berkurang dari 41,76 ribu jiwa pada 2025 menjadi 38,79 ribu jiwa pada 2026.
Tantangan dan Evaluasi Kebijakan Daerah
Patahudding menyambut positif data tersebut dan menilainya sebagai indikasi awal bahwa arah kebijakan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil dalam menekan beban ekonomi kelompok rentan.
“Penurunan angka kemiskinan ini patut kita syukuri dan menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Data ini menunjukkan adanya perkembangan positif yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Namun, kita tidak boleh berpuas diri karena masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah,” ujar Patahudding.
Bupati menegaskan capaian ini perlu menjadi dasar untuk memperkuat program berjalan serta mengevaluasi intervensi yang belum optimal, agar perbaikan ekonomi dapat dirasakan langsung lewat kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan warga.
Meski mencatat penurunan persentase yang signifikan, Kabupaten Luwu masih menempati peringkat keempat tingkat kemiskinan tertinggi di Sulawesi Selatan pada 2026, setelah Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, serta Kabupaten Luwu Utara.
Pemerintah Kabupaten Luwu menyatakan akan terus menggunakan data BPS sebagai rujukan perumusan kebijakan agar program penanggulangan kemiskinan ke depan semakin terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

