TP-PKK Luwu Perkuat Jejaring PMT Pangan Lokal untuk Tekan Masalah Gizi

Asdhar
2 Min Read
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, memberikan arahan dalam Pertemuan Koordinasi Jejaring PMT Lokal di Palopo Beach Hotel, Kota Palopo (Sumber: mediacenter.luwukab.go.id)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal guna mengatasi masalah gizi ibu hamil dan balita.

Langkah penguatan tersebut dibahas dalam Pertemuan Koordinasi Jejaring Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal yang digelar di Palopo Beach Hotel, Kota Palopo, Senin (19/10/2026).

Kurniah menegaskan bahwa pemenuhan gizi keluarga menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan warga dengan mengoptimalkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi.

“Kita harus mengawali dari diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian masyarakat melihat contohnya. Kalau ibu camat sudah melaksanakan, otomatis ibu desa juga akan mencontoh,” ujarnya saat meminta pengurus PKK menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.

Selain pemanfaatan pekarangan, Kurniah meminta dukungan pihak kecamatan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menertibkan hewan peliharaan yang berkeliaran demi mendukung kesehatan keluarga.

Tantangan Status Gizi Balita

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Rosnawary, memaparkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang menunjukkan persoalan gizi balita masih menjadi tantangan di wilayahnya.

Berdasarkan survei tersebut, prevalensi stunting di Kabupaten Luwu tercatat mencapai 23,6 persen atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 21,5 persen.

Selain stunting, data tersebut mencatat angka anak kurus atau wasting sebesar 4,5 persen, kelebihan berat badan sebesar 4,2 persen, serta berat badan kurang yang menyentuh 17,5 persen.

Rosnawary menyatakan data gizi tersebut harus dijadikan landasan bersama untuk memperkuat intervensi pangan dan kesehatan secara tepat sasaran ke tingkat keluarga.

“Tujuannya bukan sekadar menurunkan angka statistik, tetapi memastikan masyarakat, terutama bayi, balita, dan ibu hamil di Kabupaten Luwu, dapat hidup lebih sehat,” tegasnya.

Pertemuan koordinasi ini juga dihadiri Ketua Bidang I TP-PKK Kabupaten Luwu, Nilasary Dhevy; Ketua Dharma Wanita Kabupaten Luwu, Rafika Liakat; perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Shamsuddin dan Rahmatiya; serta jajaran kepala puskesmas se-Kabupaten Luwu.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser