Angka Pasien Sembuh Bertambah Menjadi 1.135 Dan Tidak Ada Kasus Baru

1 Min Read

LUTIM – Angka pasien sembuh kembali mengalami peningkatan drastis khusus hari ini, Senin (28/09/2020). Hal tersebut berdasarkan informasi yang diberikan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Luwu Timur.

Melalui Juru Bicaranya, Masdin mengatakan bahwa, angka pasien sembuh atau telah selesai menjalani isolasi terus bertambah, dan khusus hari ini bertambah lagi sebanyak 27 orang. “Kabar gembiranya, tidak ada kasus baru,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, berkat tambahan 27 pasien sembuh tersebut, membuat angka akumulatif pasien selesai isolasi meningkat menjadi 1.135 orang,” imbuhnya.

Penambahan pasien sembuh yang terjadi hari ini, sambung Masdin, berasal dari Kecamatan Nuha 15 orang, Kecamatan Towuti 8 orang, Kecamatan Wasuponda 2 orang dan Kecamatan Angkona 2 orang.

“Hingga kini, total angka kasus konfirmasi covid19 mencapai 1.331 kasus dimana 1.135 telah sembuh yang membuat pasien masih dalam perawatan tersisa 189 pasien lagi,” tandas Kepala Dinas Kominfo tersebut.

Berikut update lengkap perkembangan virus corona di Kab. Luwu Timur per tanggal 28 September 2020 :

1. Konfirmasi 1.331 (simtomatik 33, asimtomatik 156, sembuh/selesai isolasi 1.135, meninggal 7),

2. Probable 12 (probable 9, meninggal 0),

3. Suspek 656 (proses isolasi 49, discarded 606, meninggal 0),

4. Kontak Erat 2.642 (proses karantina 384, discarded 2.258). (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.