Kematian adalah sebuah ketetapan Tuhan, jika telah datang waktunya, tidak satu pun makhluk yang mampu menangguhkannya. “Kita harus tabah dan ikhlas menerima”, Demikian disampaikan Bupati Luwu Timur Ir.H.M.Thorig Husler saat menghadiri ritual upacara ngaben atau pembakaran jenazah umat Hindu, I wayan Linggih di Desa Solo Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (14/11/2017).
Jenazah I wayan Linggih diantar oleh Ratusan keluarga dan kerabatnya menuju lokasi upacara ngaben untuk menjalani proses aben yang di saksikan langsung oleh Bupati Luwu Timur beserta rombongan.
Dalam kesempatan tersebut Husler menyampaikan duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mengingatkan pentingnya hidup rukun menjaga toleransi mengingat daerah ini dihuni berbagai kalangan etnis.
“kami bangga dan bersyukur karena dalam proses ritual ngaben itu berjalan dengan aman dan kondusif. Bahkan kebersamaan diantara warga juga selalu terlihat dalam setiap perayaan keagamaan”, jelasnya.
“Itu menunjukan rasa persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Luwu Timur masih erat serta mengutamakan Nilai-Nilai budaya kearifan lokal”kunci Husler.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

