ASN Dan Perangkat Desa Se Lutim Diminta Jaga Netralitas Jelang Pemilu

2 Min Read

Pemeritah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Umum tanggal 17 April mendatang, salah satunya adalah tetap menjaga netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penegasan terkait netralitas ASN ini juga telah disampaikan secara tertulis kepada seluruh Aparatur Sipil Negara yang berada di lingkup Pemerintahan Kabupaten Luwu timur termasuk kepala desa dan perangkat desa untuk tetap menjaga netralitasnya dengan tidak terlibat politik praktis.

Asisten Pemerintahan, Drs. Dohri As’ari, saat mewakili Bupati Luwu Timur ketika membuka kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, di Hotel I La Galigo, Jl. Soekarno Hatta, Kec. Malili, Senin (25/02/2019), kembali mengingatkan hal ini.

Dalam sambutannya, Dohri berpesan agar Pemilu tidak menjadi sumber perpecahan ditengah masyarakat. “Saya kira Ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk menjaga hal tersebut tidak terjadi,” katanya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Luwu Timur ini menghadirkan Camat se-Kabupaten Luwu Timur dan seluruh perangkat desa yang bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu agar dapat terselenggara dengan baik.

Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Drs Saiful Jihad, yang juga hadir di acara tersebut menegaskan jika dua poin yang harus betul-betul dijaga yakni, menjaga agar tidak terjadi politik uang dan menjaga agar ASN tetap menjaga netralitasnya.

“Itulah pentingnya kita menumbuhkan pengawasan yang partisipatif,” papar Saiful.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika pengawasan tidak hanya pada perspektif bagaimana orang tidak melanggar, tetapi lebih dari itu, kita jadi untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk menyukseskan Pemilu yang bermartabat dan berintegritas. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.