Ayyub Minta Aparat Pemerintah Netral di Pilgub

2 Min Read

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Timur Muhammad Ayyub meminta kepada seluruh aparat pemerintah yang ada di daerah itu untuk netral dan tidak terlibat dalam politik praktis jelang pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel 2013 mendatang.

Menurut Ayyub, netralitas aparat pemerintah menjadi penentu dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang bersih dan jujur. Hal itu ditegaskan Ayyub saat menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi Pemuktahiran Data Pemilih yang berlangsung di Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (3/10/12) pagi tadi.

Dalam kegiatan tersebut hadir, Wakil Bupati Luwu Timur, Muhammad Thoriq Husler, Sekretaris Kabupaten Lutim Bahri Suli, Ketua Panwaslu Kabupaten Lutim Rahman Atja, para pimpinan SKPD, camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Luwu Timur.

Selain itu, Ayyub juga mengimbau seluruh pihak dapat terlibat dalam rangka proses pemutakhiran data pemilih yang saat ini tengah digelar.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Husler mengatakan rapat koordinasi dan sosialisasi pemuktahiran data pemilih merupakan langkah penting dan strategis khususnya untuk melakukan pemuktahiran data pemilih dalam rangka menjelang Pilgub Sulsel 2013.

“Oleh karena itu, kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemuktahiran data ini di harapkan partisipasi serta dukungannya sehingga pelaksanaan pemilu terhindar dari keberatan dari masyarakat maupun peserta pemilu khususnya dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan penuh kedamaian di Kabupaten Luwu Timur,” kata Husler. (b)

Alpian Alwi

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *