Kader KB Harus Mampu Atasi Ledakan Penduduk

2 Min Read

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) bersama BKKBN Sulawesi Selatan memberikan pembinaan kepada para kader yang tergabung dalam kelompok kegiatan (Poktan) KB yang berlangsung di aula Rumah Jabatan Bupati, Selasa (14/02/17).

Kepala Dinas PPKB, Rapiuddin Thahir mengatakan, jumlah penduduk yang besar akan memberikan dampak sosial negatif. Masalah sosial timbul, kesenjangan semakin tinggi dan tentu saja tingkat kriminalitas juga akan semakin meningkat.

“Jumlah penduduk yang besar akan menimbulkan permasalahan, mulai dari pemukiman, lapangan kerja, keamanan, gizi buruk, dan berbagai masalah lain,” ungkap Rapiuddin.

Menurutnya, keseimbangan penduduk yang terjaga tentu akan memberikan dampak positif. Makanya, manfaat dan tujuan pengendalian penduduk perlu disampaikan secara terus menerus terutama kepada para kader yang memang menjadi ujung tombak program KB.

“Bisa kita bayangkan bagaimana seandainya tidak ada program KB, jumlah penduduk terus bertambah, sementara kondisi bumi tidak berubah. Yang terjadi tentu saja kekacauan dimana-mana,” tandasnya.

Rapiuddin berharap, para kader terus meningkatkan kapasitas dan kemampuannya. Bukan hanya apa aspek pelayanan tapi juga pada aspek penguatan pemahaman tentang kependudukan dan KB.

Sememtara itu, Tim BKKBN Sulawesi Selatan, Gaffar mengatakan, tujuan pembinaan ini dimaksudkan untuk memberikan penyegaran dan peningkatan SDM bagi para kader agar semakin mantap dalam mensosialisasikan pentingnya program KB.

Ia menambahkan, sasaran program pembinaan ini bagi para kader yang tergabung dalam Poktan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R).

“Semakin banyak masyarakat yang tergabung dalam kelompok tersebut maka tujuan pengendalian penduduk dapat dicapai,” ungkap Gaffar.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.