LUWURAYA.COM — Persoalan sarana dan prasarana pendidikan masih ditemukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Luwu Timur. Kondisinya beragam, mulai dari ruang belajar yang belum dilengkapi meja dan kursi hingga fasilitas sekolah yang terdampak bencana dan membutuhkan perbaikan.
Kondisi tersebut sebelumnya menjadi perhatian di sejumlah sekolah. Di SMP Negeri 1 Tomoni Timur, misalnya, terdapat empat ruang kelas baru yang belum dilengkapi mobiler berupa meja dan kursi.
Kondisi itu membuat fasilitas yang tersedia harus dimanfaatkan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Dalam temuan sebelumnya, terdapat siswa yang harus belajar di lantai karena keterbatasan meja dan kursi.
Persoalan fasilitas pendidikan juga disoroti DPRD Luwu Timur. Dalam sidang paripurna DPRD Luwu Timur yang digelar Jumat (4/9/2026) kemarin, sejumlah fraksi secara khusus mengungkap persoalan di sekolah ini. Fraksi PAN misalnya, menemukan fasilitas sekolah di Tawakua yang terdampak longsor pada 2025 dan meminta pemerintah memasukkan kebutuhan perbaikannya dalam Perubahan APBD 2026.
Sementara itu, Fraksi NasDem menyoroti kebutuhan rehabilitasi dan pembangunan sarana pendidikan berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah kecamatan. Fraksi GPR juga menemukan kekurangan mobiler di hampir seluruh sekolah yang mereka kunjungi.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan kebutuhan perbaikan sarana pendidikan tidak hanya berkaitan dengan satu jenis fasilitas atau satu sekolah.
Data Sekolah Jadi Dasar Menentukan Prioritas
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur kini mendorong pemanfaatan One Data Dikbud untuk memetakan kondisi sarana dan prasarana sekolah secara terintegrasi.
Melalui platform tersebut, satuan pendidikan dapat memperbarui informasi mengenai kondisi bangunan dan fasilitas yang membutuhkan perhatian. Data yang diperbarui mencakup kondisi ruang kelas, bangunan sekolah, hingga fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda K, meminta kepala sekolah dan operator aktif memperbarui data sekolah secara real time.
“Saya harap kepala sekolah dan operator aktif memperbarui data sekolahnya di One Data secara real time,” kata Raoda.
Menurutnya, pembaruan data penting agar pemerintah memiliki gambaran kondisi sekolah secara akurat. Data tersebut kemudian menjadi acuan awal bagi dinas untuk melakukan verifikasi terhadap laporan kerusakan atau kebutuhan fasilitas sekolah.
“Ini penting menjadi acuan dinas melakukan verifikasi, lalu menganggarkan perbaikan atau pengadaan mobiler,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, kondisi sekolah yang dilaporkan tidak langsung menjadi dasar penganggaran. Dinas terlebih dahulu melakukan verifikasi untuk melihat kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Raoda menambahkan, pihaknya sejauh ini telah mendata sejumlah sekolah yang membutuhkan revitalisasi bangunan sebagai tindak lanjut atas masukan para kepala sekolah.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

