LUWURAYA.COM — Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Nurcholish Aziz, mengenang nilai keikhlasan yang diajarkan ayahnya, almarhum H. Abdul Aziz Rajmal, dalam merintis Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo. Kenangan itu disampaikan dalam peringatan haul ke-6 pendiri pesantren tersebut di Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Sabtu (25/10/2026).
Nurcholish, yang juga merupakan putra kandung almarhum sekaligus pimpinan Ponpes Nurul Junaidiyah Lauwo, menceritakan perjuangan ayahnya membangun pesantren di tengah berbagai keterbatasan. Baginya, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari warisan yang perlu dijaga dan dilanjutkan.
“Almarhum ayahanda mengajarkan kami arti keikhlasan dalam berjuang. Beliau tidak pernah lelah berdakwah meski dalam kondisi sulit. Apa yang ada di pondok ini adalah buah dari doa dan kerja keras beliau,” ungkap Nurcholish di hadapan jamaah.
Peringatan haul tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa H. Abdul Aziz Rajmal dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam melalui pesantren. Perjuangan almarhum dalam merintis lembaga pendidikan itu kembali diangkat melalui kesaksian keluarga yang meneruskan pengelolaannya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu Timur, Rusdidaming, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, anggota DPRD Luwu Timur Harisal dan Abdul Halim, Camat Burau Darlin, unsur TNI/Polri, serta santri dan orang tua santri.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Puspawati Husler membacakan sambutan Bupati Luwu Timur yang berisi penghargaan atas jasa almarhum dalam bidang pendidikan dan dakwah. Pemerintah daerah berharap Ponpes Nurul Junaidiyah terus berperan dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia.
Rangkaian haul dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam H. Abdul Aziz Rajmal. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pemotongan pita sebagai tanda peresmian bangunan kelas baru santri serta penanaman bibit alpukat di lingkungan pesantren.
Peresmian ruang kelas baru menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan di pesantren tersebut. Sementara itu, penanaman bibit alpukat turut mewarnai rangkaian kegiatan haul yang digelar untuk mengenang perjuangan pendirinya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

