Bapanas Ungkap Anomali Beras Fortifikasi, Warga Luwu Raya Perlu Kenali Ciri-cirinya

Asdhar
4 Min Read
Badan pangan nasional (Bapanas) mengumumkan soal temuan beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai standar (Sumber: Bapanas)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Temuan pemerintah mengenai adanya anomali pada penjualan beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar. Hal ini menjadi perhatian karena dinilai tidak hanya berpotensi merugikan konsumen, tetapi juga ikut memengaruhi harga beras di pasaran.

Karena itu, masyarakat Luwu Raya perlu memahami cara mengenali beras fortifikasi yang sesuai ketentuan agar tidak terkecoh oleh klaim gizi yang tidak didukung kandungan produk sebenarnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa hasil pengawasan terhadap sejumlah merek beras fortifikasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara klaim gizi pada label kemasan dengan hasil uji laboratorium. Dari 15 sampel yang diawasi, 80 persen di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat sesuai klaim yang dicantumkan pada kemasan.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah juga menemukan adanya praktik penjualan beras fortifikasi dengan harga yang jauh melampaui harga wajar, bahkan ada produk yang dijual hingga 300 persen lebih tinggi dari harga beras biasa.

Temuan tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang ikut mendistorsi harga beras di pasar karena produk yang diproses dari beras kualitas biasa dipasarkan dengan harga tinggi menggunakan alasan fortifikasi.

Apa itu beras fortifikasi?

Beras fortifikasi adalah beras yang ditambahkan vitamin dan mineral tertentu melalui proses produksi untuk meningkatkan kandungan gizinya.

Pada prinsipnya, fortifikasi merupakan program peningkatan mutu gizi pangan. Karena itu, beras fortifikasi bukan produk yang bermasalah selama diproduksi dan dipasarkan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Masalah muncul ketika produk mengklaim memiliki kandungan gizi tertentu, tetapi hasil pengujian menunjukkan kandungannya tidak sesuai dengan label yang dicantumkan.

Cara mengenali beras fortifikasi yang sesuai standar

Agar tidak salah memilih, konsumen dapat memperhatikan beberapa hal berikut saat membeli beras fortifikasi.

  • Periksa label kandungan gizi
    Beras fortifikasi yang sesuai standar harus mencantumkan informasi kandungan zat gizi secara jelas pada kemasan. Label tersebut biasanya memuat jenis vitamin dan mineral yang ditambahkan beserta jumlah kandungannya. Jika klaim fortifikasi tidak disertai informasi gizi yang jelas, konsumen patut lebih berhati-hati.
  • Pastikan identitas produsen lengkap
    Kemasan harus mencantumkan nama produsen, alamat, berat bersih, serta informasi lain yang dapat ditelusuri.
  • Cek izin edar dan legalitas produk
    Konsumen perlu memastikan produk memiliki izin edar dan legalitas yang sesuai. Legalitas tersebut menjadi salah satu indikator bahwa produk telah melalui proses pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Waspadai harga yang terlalu tinggi
    Temuan Bapanas menunjukkan adanya produk beras fortifikasi yang dijual jauh di atas harga beras premium. Harga yang sangat tinggi tidak otomatis menunjukkan kualitas atau kandungan gizi yang lebih baik.
  • Perhatikan klaim pada kemasan
    Klaim seperti “tinggi zat besi”, “mengandung vitamin”, atau klaim gizi lainnya harus didukung informasi yang jelas pada label. Bapanas menemukan beberapa produk hanya mencantumkan sebagian kecil kandungan gizi yang diklaim.

Mengapa konsumen perlu lebih teliti?

Bapanas menilai praktik penjualan beras fortifikasi yang tidak sesuai standar dapat merugikan masyarakat karena konsumen membayar harga tinggi untuk produk yang kandungan gizinya tidak sesuai dengan klaim pada kemasan.

Pemerintah juga telah memperluas pengawasan terhadap lebih dari 100 merek beras fortifikasi yang beredar di pasaran dan menegaskan akan melakukan pengawasan secara komprehensif.

Bagi masyarakat Luwu Raya, langkah paling sederhana adalah membaca label kemasan, memeriksa legalitas produk, dan tidak mudah percaya pada klaim gizi tanpa informasi yang jelas.

Dengan menjadi konsumen yang lebih teliti, masyarakat tidak hanya melindungi diri dari produk yang tidak memenuhi standar, tetapi juga ikut mendukung peredaran pangan yang lebih jujur, aman, dan sesuai ketentuan pemerintah.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser