LUWURAYA.COM — Dua pelajar Kabupaten Luwu Timur membawa nama Sulawesi Selatan pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional 2026. Keduanya merupakan peraih medali emas pada O2SN tingkat Sulawesi Selatan dan kini bersaing di ajang nasional.
Kedua atlet tersebut yakni Azhyzhyah Jazilah, siswi UPT SMP Negeri 1 Malili, pada cabang Atletik Putri SMP dan Muhammad Sabiq El Fathin, siswa UPT SMP Negeri 2 Malili, pada cabang Pencak Silat Putra SMP.
O2SN tingkat nasional berlangsung 17–23 Agustus 2026 di Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV BISPAR), Kota Depok, Jawa Barat.
Kehadiran dua pelajar Luwu Timur di tingkat nasional menjadi bagian dari capaian pembinaan olahraga pelajar daerah. Mereka sebelumnya harus melewati persaingan di tingkat Sulawesi Selatan untuk mendapatkan tiket ke ajang nasional.
Dua Wakil Luwu Timur di O2SN Nasional
Azhyzhyah Jazilah atau Zhyzhy meraih medali emas Atletik Putri SMP pada O2SN tingkat Sulawesi Selatan yang berlangsung di Makassar, 6–10 Juli 2026.
Prestasi tersebut mengantarkan siswi UPT SMP Negeri 1 Malili itu menjadi wakil Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
Kepala UPT SMP Negeri 1 Malili, Agustati, sebelumnya menyampaikan apresiasi atas pencapaian Zhyzhy. Ia menilai prestasi tersebut lahir dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi dalam menjalani latihan.
“Selamat dan sukses kepada Zhyzhy atas prestasi luar biasa ini. Semoga mampu kembali mengharumkan nama Sulawesi Selatan dan Indonesia di ajang O2SN Tingkat Nasional,” ujar Agustati.
Sementara itu, Muhammad Sabiq El Fathin dari UPT SMP Negeri 2 Malili meraih emas pada cabang Pencak Silat Putra SMP.
Siswa kelas VII B tersebut juga memastikan tiket menuju O2SN nasional setelah menjadi juara di tingkat Sulawesi Selatan.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Malili, Darmawati, menyebut prestasi Sabiq sebagai kebanggaan bagi sekolah. Ia berharap capaian tersebut memotivasi peserta didik lain untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi sekolah. Muhammad Sabiq El Fathin telah menunjukkan semangat juang, disiplin, dan kerja keras yang luar biasa,” ujar Darmawati.
Dua emas yang diraih Zhyzhy dan Sabiq sekaligus menjadi tiket bagi Luwu Timur untuk mengirim wakil ke tingkat nasional.
Jadi Gambaran Potensi Olahraga Pelajar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raodah K., sebelumnya mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, pendamping, sekolah, dan orang tua yang mendukung kontingen Luwu Timur.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam membina potensi peserta didik, termasuk pada bidang nonakademik.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, sekolah, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” ujar Raodah.
Keberadaan dua pelajar Luwu Timur di O2SN nasional memperlihatkan bahwa pembinaan olahraga di sekolah dapat membuka jalan bagi peserta didik untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Bagi Luwu Timur, ajang nasional ini juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menguji kemampuan setelah melewati tahapan kompetisi dari tingkat daerah hingga provinsi.
Hasil pertandingan di tingkat nasional akan menjadi capaian berikutnya bagi Zhyzhy dan Sabiq. Apa pun hasilnya, keikutsertaan mereka sudah membawa pengalaman kompetisi nasional bagi dua pelajar dari Malili tersebut.
Bagi dunia pendidikan Luwu Timur, perjalanan keduanya juga menunjukkan bahwa prestasi siswa tidak hanya lahir dari ruang kelas. Sekolah, keluarga, pelatih, dan lingkungan pembinaan turut menentukan sejauh mana potensi peserta didik dapat berkembang.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

