LUWURAYA.COM — Batik Dengeng dan pameran pusaka Pompesi Luwu menarik perhatian pengunjung Pekan Expo K-UMKM 2026, menampilkan kreativitas UMKM serta warisan sejarah Luwu Timur.
Buah Dengeng, buah endemik Luwu Timur yang tinggi vitamin C, menjadi simbol potensi lokal yang diangkat dalam acara tersebut.
Designer lokal Fatmawati Patintingan mengubah bentuk dan karakter buah Dengeng menjadi motif pada Batik Dengeng, menjadikan kain tersebut representasi kekayaan alam daerah.
Batik Dengeng dipasarkan sebagai produk UMKM, sementara buah Dengeng sekaligus dijadikan maskot Expo K-UMKM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, menegaskan identitas Luwu Timur di tingkat provinsi.
Pameran Pusaka Luwu di Stan Pompesi
Stan Pompesi Luwu memperlihatkan beragam benda pusaka bersejarah, termasuk keris, badik, parang, tombak, dan waseh atau kapak.
Ketua Pompesi Luwu, Astriadi, menjelaskan bahwa sebagian besar koleksi berasal dari anggota dan rekan Pompesi, serta menekankan bahwa material besi dari Luwu dikenal memiliki kualitas yang baik dan telah digunakan untuk membuat berbagai benda pusaka sejak dahulu.
“Kami dari keluarga besar Pompesi sebenarnya ingin melestarikan adat dan budaya. Kita dikenal karena adat dan budaya, serta dihormati karena adat dan budaya kita. Jadi, adat dan budaya harus tetap dilestarikan,” ungkapnya.
Stan tersebut juga berfungsi sebagai sarana edukasi, dengan pelajar yang berkunjung untuk mempelajari sejarah dan teknik pembuatan pusaka.
Kehadiran Batik Dengeng dan koleksi pusaka dalam satu expo menunjukkan bagaimana identitas Luwu Timur dapat hidup melalui inovasi UMKM serta upaya pelestarian warisan leluhur.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

