Bencana Tanah Longsor Hancurkan 2 Rumah di Malili, Ketua Komisi 3 Langsung Tinjau Lokasi

1 Min Read

Luwu Timur kembali alami Bencana Tanah longsor. Bencana tersebut terjadi di Jl. M. Natsir, Kel. Malili, Kec. Malili pada Senin dini hari, (6/8/2018), sekitar pukul 03.30 Wita.

Longsor terjadi diduga akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Sehingga tanah menjadi tak stabil, longsor terjadi pada tebing setinggi 20 meter.

“Longsor ini memang dipicu hujan deras yang terjadi pada Minggu malam. Keluarga yang rumahnya terkena longsor sudah mengungsi,” kata Kepala Dinas Sosial, P3A Kab. Luwu Timur, Sukarti.

Mendengar hal tersebut, Ketua Komisi 3 DPRD Luwu Timur Herdinang langsung meninjau lokasi bencana yang kebetulan berada di kawasan permukiman daerah perkotaan Kota Malili.

Herdinang melihat telah terjadi retakan pada proteksi tanah sehingga rawan untuk terjadinya tanah longsor susulan. Olehnya itu untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, dirinya meminta redesain proteksi kepada Pemkab Lutim untuk dibenahi di Dusun Batu Merah.

“saya melihat proteksi di sana sudah ada retakan, apalagi curah hujan yang tinggi jadi besar kemungkinan untuk kembali longsor masih bisa terjadi.” ujar Herdinang.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.