Bentrok Pemuda di Wotu, Polisi Jaga Ketat TKP

1 Min Read

Bentrok antar pemuda terjadi di perempatan (tugu) Wotu Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (06/0813) sekitar pukul 22.30 wita malam.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula gara-gara salah seorang anak muda dari Dusun Campae, masuk ke daerah saluborro dengan meneriakkan kata-kata yang menyinggung pemuda setempat. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, sejumlah pemuda akhirnya mengejar sehingga terjadilah perkelahian.

Pantauan luwuraya.com, sejumlah polisi dari polsek Wotu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Wotu, AKP Patajai langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengamanan, termasuk mengantisipasi terjadinya insiden susulan. Selain Kapolsek juga tampak Camat Wotu, AR Salim yang juga ikut berjaga-jaga.

“Kami telah menerima laporan dari masyarakat bahwa ada kejadian pemukulan di tugu, sesaat setelah adanya informasi kami (polisi) langsung turun kelokasi tersebut,” ungkap AKP Patajai.

Sementara itu Camat Wotu, AR Salim mengatakan pihaknya terus berusaha melakukan komunikasi terhadap tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh pemuda agar menciptakan kondisi kecamatan Wotu yang lebih aman.

” Kami selalu berupaya membangun kerjasama dengan tokoh masyarakat dan pemuda agar kecamatan Wotu bisa tetap aman,” ungkap Salim.

Alpian Alwi

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.