Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Timur menemukan masih banyak aparatur sipil negara (ASN) yang belum memahami tata cara dan persyaratan administrasi pengajuan cuti. Akibatnya, sejumlah permohonan cuti harus ditangguhkan karena belum memenuhi ketentuan yang berlaku.
Temuan tersebut menjadi salah satu alasan BKPSDM Luwu Timur meluncurkan program BKPSDM Menyapa, sebuah forum komunikasi dan edukasi yang mempertemukan BKPSDM dengan ASN serta pengelola kepegawaian di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan puskesmas.
Kepala BKPSDM Luwu Timur, Farha Arief, mengatakan topik hak cuti sengaja dipilih sebagai materi perdana karena persoalan tersebut masih sering ditemui dalam pelayanan kepegawaian.
“Masih banyak pengajuan cuti ASN yang harus ditangguhkan karena belum memenuhi persyaratan administrasi atau belum sesuai prosedur. Oleh karena itu, kami memandang penting untuk memberikan pemahaman mengenai tata cara dan syarat pengajuan cuti agar proses administrasinya berjalan lancar,” ujar Farha, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai aturan cuti tidak hanya memudahkan ASN dalam mengurus haknya, tetapi juga membantu perangkat daerah menjalankan administrasi kepegawaian secara tertib dan sesuai ketentuan.
BKPSDM Siapkan Forum Konsultasi Rutin
Farha menjelaskan, BKPSDM Menyapa dirancang sebagai media komunikasi antara BKPSDM dengan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Melalui forum tersebut, BKPSDM ingin menyamakan persepsi mengenai berbagai regulasi dan kebijakan kepegawaian yang terus berkembang.
“Program ini menjadi media komunikasi yang efektif agar seluruh ASN memiliki pemahaman yang sama terhadap berbagai regulasi dan kebijakan kepegawaian, sehingga pelayanan kepada pegawai dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Ke depan, berbagai materi akan dibahas secara bertahap, mulai dari sistem kinerja ASN, jabatan fungsional, penerapan sistem merit, disiplin dan budaya kerja, hingga persiapan memasuki masa pensiun.
Selain membahas materi kepegawaian, BKPSDM juga memanfaatkan forum tersebut untuk mengevaluasi tingkat kehadiran ASN. Pada akhir sesi perdana, hasil presensi dari masing-masing OPD ditampilkan sebagai bahan evaluasi bagi pimpinan perangkat daerah dalam melakukan pembinaan terhadap pegawai yang memiliki tingkat kehadiran rendah atau tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Kinerja dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Luwu Timur, Abdi, mengatakan BKPSDM Menyapa akan menjadi agenda rutin setiap bulan.
“Untuk keberlanjutan program ini kami telah menyusun jadwal beserta materi setiap bulannya. Setiap bidang di BKPSDM akan menyampaikan materi sesuai tugas dan fungsinya, sehingga seluruh layanan dan kebijakan kepegawaian dapat dipahami dengan baik oleh seluruh ASN,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, BKPSDM berharap pemahaman ASN terhadap administrasi kepegawaian semakin meningkat. Dengan demikian, pelayanan internal pemerintah dapat berjalan lebih tertib dan pada akhirnya mendukung kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

